Mata-mata Korea Selatan Sebut Kim Yo Jong Jadi Orang Nomor Dua di Korut Secara De Facto

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dikabarkan duduki posisi kedua di Korea Utara secara de facto.


zoom-inlihat foto
kim-jong-yo-kim-jo-yong.jpg
AFP/POOL/JORGE SILVA
Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dilaporkan telah menjadi orang kedua di Korea Utara secara de facto.

Kabar ini dilaporkan agen mata-mata Korea Selatan, yang kemudian dikutip The Guardian.

Diberitakan Kompas.com, Kim Yo Jong akan mengemban tanggung jawab terkait hubungan Korut dengan Korsel dan Amerika Serikat (AS).

Anggota parlemen Korea Selatan yang duduk di komite majelis intelijen nasional, Ha Tae-keung, mengatakan Kim Yo Jong membantu menjalankan rezim dengan restu saudara laki-lakinya.

Lanjutnya, Kim telah menyerahkan otoritas tingkat tinggi tersebut pada Kim Yo Jong, seperti diberitakan The Guardian, Jumat (21/8/2020).

Kim Yo-jong mendampingi kakaknya, Kim Jong-un, mengunjungi satu unit militer Korea Utara pada 2015.
Kim Yo-jong mendampingi kakaknya, Kim Jong-un, mengunjungi satu unit militer Korea Utara pada 2015. (KCNA)

Baca: Digugat karena Tindakannya, Adik Kim Jong Un Terancam Hukuman Mati Jika Tertangkap Korea Selatan

Kabar ini tak terlalu menggemparkan.

Pasalnya nama adik pemimpin tertinggi Korut itu sudah lama disebut.

Tepatnya sejak KTT nuklir 2019, ketika Kim Jong Un bertemu dengan Donald Trump di Vietnam.

"Intinya adalah bahwa Kim Jong Un masih memegang kekuasaan absolut. Tetapi (kali ini) telah menyerahkan lebih banyak kewenangannya dibandingkan dengan masa lalu," kata Ha setelah briefing tertutup dengan dinas intelijen nasional Korea Selatan.

Dia menambahkan, Kim Yo Jong secara de facto menjadi orang kedua di negara itu.

Kim Jong Un juga telah mendelegasikan sejumlah wewenang pengambilan keputusan atas kebijakan ekonomi dan militer kepada pejabat senior lainnya.

Ha berspekulasi Kim Jong Un ingin mengurangi tingkat stres.

Selain itu, langkah demikian diambil demi menghindari kesalahan apa pun.

Kim Yo Jong Jadi Anggota Penuh Politbiro

Kim Yo Jong sebelumnya telah resmi menjadi anggota penuh Politbiro Korea Utara.

Pengangkatan ini semakin meyakinkan posisi Kim Yo Jong sebagai tandem, alias orang nomor dua di Korea Utara setelah sang kakak.

Diberitakan Kompas.com dari Daily NK, kabar ini dibeberkan oleh sumber yang menghadiri pertemuan politbiro Kamis (2/7/2020).

Meski demikian, sumber itu menolak untuk disebutkan identitasnya.

“Meski saat ini tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti kapan ia menjadi anggota penuh politbiro, sebagian besar pejabat dalam pertemuan itu menyadari fakta ini pada saat rapat,” ujar sumber tersebut sebagaimana dilansir dari Daily NK, Senin (13/7/2020).

Lebih lanjut, sumber tersebut mengatakan, papan nama di atas meja Kim Yo Jong bertuliskan “Kamerad Kim Yo Jong, Anggota Politbiro Komite Sentral”.

Berdasarkan sebuah laporan, Kim Yo Jong menjadi anggota penuh politbiro Korea Utara kurang dari tiga bulan sejak 11 April.

“Para kader mengatakan Kim Yo Jong menjadi anggota penuh politbiro partai karena pekerjaannya membangkitkan permusuhan kepada musuh dan mengeluarkan pernyataan keras terhadap mereka,” kata sumber tersebut.

Baca: Sang Istri Diperlakukan Tak Pantas, Kim Jong Un Ledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea

Corong media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan, Rapat Pleno Politbiro ke-14 dihelat di kantor pusat Komite Sentral Partai Buruh pada 2 Juli.

Pada rapat tersebut, Kim Yo Jong terlihat duduk di barisan depan, kedua dari kanan.

Dia memandang ke arah podium.

Dia duduk diapit oleh Kepala Departemen Organisasi dan Bimbingan (OGD) Jo Yong Won di sebelah kanan dan Kepala Departemen Keamanan Negara (MSS), Jong Kyong-thaek, di sebelah kirinya.

Dalam tradisi rapat politbiro Korea Utara, para penanggung jawab atas hal-hal yang dibahas dalam rapat duduk di ujung kanan di baris depan.

Baca: Kim Yo Jong

Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara.
Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara. (KCTV/Daily Star via Kompas.com)

Baca: Kutuk Kim Yo Jong Sebab Tak Mau Berunding, Korea Selatan Sebut Adik Kim Jong Un Sangat Kasar

Pertemuan politbiro tersebut membahas kegagalan Kementerian Keamanan Negara dalam memberantas kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan, di wilayah perbatasan Sino-Korea Utara.

Kegagalan tersebut juga telah membuat Korea Utara kesulitan mencegah penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Selama pertemuan, disebutkan bahwa penyakit itu dapat menyebar ke Korea Utara melalui penyeberangan perbatasan ilegal dan kegiatan penyelundupan.

“MMS harus bertanggung jawab untuk mencegah hal ini terjadi," kata sumber tersebut kepada Daily NK.

Dalam pertemuan tersebut, perintah atas nama Kim Jong Un akan dijatuhkan kepada penjaga perbatasan yang tertangkap dan terlibat dalam kegiatan ilegal di perbatasan.

Mereka akan diberhentikan dengan tidak hormat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kim Yo Jong Perkuat Posisinya sebagai "Orang Nomor 2" di Korea Utara"

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kompas/Danur Lambang Pristiandaru)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved