Skor tipis dengan selisih satu gol atau adu penalti bisa membawa The Bavarian untuk menang di laga final kali ini.
Namun, PSG juga tetap punya peluang mencuri hasil.
Jika Thomas Tuchel mampu mengerahkan mengoptimalikan kemampuan individu luar biasa dari Neymar dan Mbappe.
Mbappe, yang beroperasi di sayap kiri akan head-to-head dengan bek kanan Muenchen, Joshua Kimmich.
Kecepatan Mbappe menyayat lini belakang lawan yang lamban terbukti manjur.
Perempat final melawan Atalanta, gol Eric Maxim-Choupo Moting berasal dari assist Mbappe, yang mengeksploitasi kelengahan bek Rafael Toloi dan wing-back Hans Hateboer.
Kimmich, secara kebetulan bukan bek dengan lari cepat dan permainannyya lebih mengandalkan positioning dalam bertahan.
Belum lagi bek tengah kanan Bayern, Jerome Boateng sudah tak lagi sekokoh tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, hal ini bisa dieksploitasi PSG dengan kecepatan Mbappe.
Dengan Neymar tampil lebih ditengah dan membantu kreasi peluang, PSG masih bisa mencuri hasil jika mampu Muenchen via serangan-serangan balik dengan kecepatan.
Dengan Neymar di-drop lebih ketengah akan membuat atensi bek Muenchen tertuju pada pemain timnas Brasil tersebut.
Mbappe, Angel Di Maria/Pablo Sarabia yang diplot di kedua sisi sayap akan mampu mengekspoitasi kelengahan lini pertahanan lawan.
(Tribunnewswiki.com/Ris)