TRIBUNNEWSWIKI.COM - Reputasi Paris Saint-Germain (PSG) memang sudah mulai merangkak beberapa tahun belakangan.
Mulai dari klub yang hanya dikenal di Prancis dan Eropa, kini brand PSG sudah mulai mendunia.
Singkat cerita, QSI yang merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Doha, Qatar, mengambil alih klub berjuluk Les Perisiens pada 2011 lalu.
Sembilan tahun sejak mengakuisisi saham utama PSG atau sampai sekarang, mereka (QSI) menghabiskan 1,2 miliar (Rp 20,8 triliun) euro untuk belanja pemain dan merombak total klub tersebut.
PSG terlihat memiliki ambisi yang sangat menggebu untuk bersanding dengan jajaran klub papan atas dunia semacam Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United.
Akhirnya, PSG mulai menapak jalan terang menjadi klub teras besar Eropa yang mapan.
Paris Saint-Germain melaju ke final Liga Champions 2019-2020 usai mengalahkan RB Leipzig pada babak semifinal, Selasa (18/8/2020) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Baca: Selain ke PSG, Cristiano Ronaldo Ditawarkan ke Barcelona oleh Juventus: Potensi Duet dengan Messi?
Bertanding di Estadio do Sport Lisboa e Benfica, Neymar dkk menang atas tim asal Jerman itu dengan skor telak 3-0.
Gol-gol Paris Saint-Germain dicetak oleh Marquinhos (menit ke-13), Angel Di Maria (36'), dan Juan Bernat (56').
Hasil tersebut mengantarkan PSG mengukir sejarah baru dengan pertama kalinya akan bermain di partai puncak Liga Champions.
Baca: Habiskan Rp 20,8 Triliun selama Sembilan Musim, PSG Akhirnya Sukses Masuk Semifinal Liga Champions
Berdiri pada 12 Agustus 1970, PSG membutuhkan waktu selama setengah abad atau 50 tahun untuk mencicipi final pertamanya di kompetisi paling elite antarklub Eropa tersebut.
Agar bisa melangkah ke final Liga Champions musim ini, PSG harus melalui sebanyak 110 pertandingan.
Sebelumnya, pencapaian terbaik Les Parisiens adalah mencapai semifinal pada musim 1994-1995.
Tak ayal, berkat prestasi PSG tersebut Nasser Al-Khelaifi merasa sangat bangga dengan timnya.
Bahkan orang nomor satu di PSG itu pun tak henti-hentinya memberikan pujian kepada para anggota klubnya.
Baca: Hasil Liga Champions: Kisah Cinderella Atalanta di Liga Champions Berakhir Menyakitkan di Tangan PSG
"Malam bersejarah, untuk pertama kalinya kami akan berada di final Liga Champions," kata Al-Khelaifi, dikutip BolaSport.com dari RMC Sport.
"Malam yang luar biasa. Kami memiliki pertandingan sempurna melawan tim yang sulit."
"Saya sangat bangga, bangga dengan para pemain saya, bangga dengan staf teknis saya."
"Kami tidak ingin kembali ke Paris, kami ingin tetap bertahan di Lisbon."
"Ini adalah mimpi. Saya berharap ini akan terus berlanjut. Kami pantas mendapatkannya."
Baca: Hasil Liga Champions: Liverpool si Juara Bertahan yang Hancur dan Neymar Bawa PSG Melaju
"Malam ini saya tidak tahu harus berkata apa. Ini malam yang indah bagi kami."
"Sejak 2011 kami sudah berada di PSG dan kami sudah mendekati impian kami."
"Kami ada di sana dan kami pantas mendapatkannya, kami ingin melangkah sejauh mungkin. Saya bangga dengan semua orang di klub," ujar Al-Khelaifi menambahkan.
Gelontoran uang besar
Meski begitu, kesuksesan PSG di Liga Champions terkait dengan dukungan finansial yang sangat melimpah.
Mau tak mau, harus diakui hamburan uang jor-joran dari Qatar Sports Investments (QSI) akhirnya sukses mengantarkan Paris Saint-Germain (PSG) menuju semifinal Liga Champions 2019-2020.
Singkat cerita, QSI yang merupakan organisasi yang berbasis di Doha, Qatar tersebut mengambil alih klub berjuluk Les Perisiens pada 2011 lalu.
Baca: Gagal Juara Liga Spanyol dan Dikritik oleh Messi, Pelatih Barcelona Terancam Dipecat Akhir Musim Ini
Sembilan tahun sejak mengakuisisi PSG atau sampai sekarang, mereka menghabiskan 1,2 miliar (Rp 20,8 triliun) euro untuk belanja pemain.
Masuknya PSG ke final juga sekaligus membungkam anggapan publik dan media yang meragukan mentalitas tim asal kota Paris itu di Liga Champions.
Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub mengaku senang dengan pencapaian timnya di Liga Champions tahun ini.
Baca: Hasil Liga Champions: Kisah Cinderella Atalanta di Liga Champions Berakhir Menyakitkan di Tangan PSG
Al-Khelaifi pun memuji performa apik dua pemain bintangnya, Neymar dan Kylian Mbappe.
Orang nomor satu di PSG itu bahkan berani sesumbar bahwa keduanya tidak akan pernah hengkang dan akan tetap bertahan di Parc des Princes.
"Semua orang mengatakan bahwa Paris tidak siap untuk Liga Champions. Akan tetapi, kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa dengan pemain-pemain hebat," kata Al-Khelaifi mengutip RMC Sport.
"Tujuan kami sangat besar, tetapi kami tidak memikirkan final hari ini, hanya semifinal. Ini sangat penting untuk mengubah mentalitas."
"Anda dan media, semua orang meragukan PSG. Liga Champions, kami membutuhkan kemenangan ini untuk melangkah lebih jauh."
"Neymar dan Kylian adalah beberapa pemain terbaik di dunia, tetapi timlah yang memiliki permainan hebat meskipun permainan Ney sangat bagus."
"Dalam beberapa bulan terakhir, dia telah berubah di tim. Mereka berdua akan tinggal, mereka tidak akan pernah pergi!" ujar Al-Khelaifi menambahkan.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Butuh Waktu Setengah Abad, Presiden PSG Bangga Timnya Ukir Sejarah di Liga Champions.