TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wanita ini lebih memilih menjadi seorang pemulung sampah padahal punya uang Rp 110 miliar, kok bisa?
Berikut kisahnya!.
Siapa yang tak mau menjadi orang kaya dengan harta yang berlimpah dan bawang mewah?
Tentunya sebagian besar orang yang menginginkannya.
Namun tidak dengan wanita ini, karena ia justru memilih meninggalkan kekayaannya untuk menjadi pemulung sampah.
Dilansir oleh eva.vn, ia adalah seorang wanita bernama Lisa Fiekowski yang merupakan jutawan di New York, Amerika.
Baca: Video Viral Pernikahan Serentak 3 Bersaudara, Persiapkan Acara Bersama hanya dalam Seminggu
Meski usianya sudah lebih 60 tahun namun semangatnya bekerja masih terlihat.
Dia selalu muncul di lingkungan Prospect Heights di Brooklyn, New York, AS.
Meski sudah menjadi orang kaya, namun Lisa menggunakan pakaian lusuh dan mobil Camry boroknya saat di luar.
Ternyata ia bekerja sebagai pemulung berkarung-karung sampah.
Sehari-hari Lisa Fiekoswsi menjadi pencari sampah di kawasan elit Amerika.
Sebagai wanita yang berusia lebih dari setengah abad, dia tak malu dan malas untuk menjadi pencari sampah.
Meskipun pada kenyataanya sebenarnya Lisa sebenarnya menyembunyikan identitasnya sebagai seorang jutawan.
Lisa sebenarnya merupakan seorang pemilik perusahaan real estat yang bernilai 8 juta dollar AS (Rp110 miliar).
Namun Lisa justru memilih meningalkan semua kemewahan yang dimilikinya dan hidup di jalan sebagai seorang pemulung.
Memiliki kekayaan yang besar tidak justru membuat dirinya tinggi hati, dia memilih menjadi tukang sampah dan menghasilkan 20-30 dollar AS (Rp200-400 ribu).
Lisa mengatakan dia suka melakukan pekerjaan ini karena bisa menjaga dirinya tetap aktif.
Bahkan yang paling penting adalah, dia bisa berbicara dengan tetangganya dan menjaga lingkungannya tetap bersih.
Baca: Viral Foto Dubes China di Kiribati Berjalan Injak Punggung Anak-anak, Diperdebatkan di Media Sosial
"Sebagian besar ini adalah aktivitas fisik," katanya.
Lisa sendiri memiliki gelar master dari Universitas of Chicago, selain itu suaminya berpenghasilan 180.000 dollar AS (Rp2,4 miliar) per tahun.