Terlalu Sering Bersepeda Bakal Picu Disfungsi Ereksi? Ini Jawabannya

Salah satu kekhawatiran adalah anggapan bahwa terlalu sering bersepeda dapat memicu disfungsi ereksi atau impotensi.


zoom-inlihat foto
pandemi-di-australia-21.jpg
William WEST / AFP
Ilustrasi bersepeda


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terlalu sering bersepeda bisa picu disfungsi ereksi, benarkah? Ini jawabannya.

Bersepeda merupakan olahraga yang mudah dilakukan sekaligus menjadi sarana rekreasi.

Kini, bersepeda menjadi gaya hidup yang dilakukan banyak orang.

Namun demikian, olahraga yang satu ini juga menimbulkan kekhawatiran pada pria.

Salah satu kekhawatiran adalah anggapan bahwa terlalu sering bersepeda dapat memicu disfungsi ereksi atau impotensi.

Bnarkah demikian?

Maka, jawabannya tergantung.

Ya, jika...

Berdasarkan kajian dari health.harvard.edu, sebuah riset yang dilakukan the Massachusetts Male Aging Study menemukan bahwa dalam kondisi tertentu, bersepeda dapat merusak saraf dan menekan arteri di penis.

Hal ini yang diyakini menyebabkan masalah ereksi.

Baca: Mirip Brompton, Sepeda Lipat Element Troy Vol 2 Laris Manis di Pasaran, Segini Banderol Resminya

Risiko ini paling tinggi terjadi jika pria bersepeda selama lebih dari tiga jam seminggu.

Alasannya adalah karena sadel memberikan tekanan konstan pada perineum, area antara alat kelamin dan anus.

Tekanan tersebut dapat membahayakan saraf, kemudian memperlambat aliran darah yang menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada penis.

Jika hal tersebut berlanjut maka disfungsi ereksi dapat terjadi.

Tidak selalu sebabkan disfungsi ereksi

Sebaliknya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Urology tahun 2018 mungkin membuat para pehobi kayuh pedal ini bernapas lega.

Dijelaskan bahwa kesehatan seksual dan urologi tidak terkena dampak negatif karena bersepeda, jika dibandingkan dengan renang atau lari.

"Kami percaya hasilnya akan memberi semangat bagi para pesepeda," ungkap Dr Benjamin Breyer, co-author penelitian ini dikutip dari Newsweek.

"Bersepeda memberikan manfaat kardiovaskular yang luar biasa dan berdampak rendah pada sendi," sambung ahli urologi dari University of California-San Francisco tersebut.

Penelitian ini melibatkan 2.774 pesepeda, 539 perenang, dan 789 pelari.

Pesepeda menggunakan masker saat berkatifitas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). Pemda DIY telah mengeluarkan aturan bagi warga wajib menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah untuk mengurangi paparan virus Corona.
Pesepeda menggunakan masker saat berkatifitas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). Pemda DIY telah mengeluarkan aturan bagi warga wajib menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah untuk mengurangi paparan virus Corona. (Tribunjogja.com/Hasan Sakri)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Polri Sita Uang Rp 20

    Bareskrim Polri menyita uang sebanyak Rp20 miliar dari
  • Kapolsek Parigi Moutung yang Diduga

    Kapolsek Parigi Moutong Iptu IDGN, yang diduga menjadi
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved