Sementara, Gunarso (putra Gunawan) hanya berhasil mengamankan standar (kaki) mikrofon itu.
Gunarso menuturkan, sebelum sang ayah meninggal, beliau menitipkan pesan untuk mencari di mana keberadaan mikrofon tersebut.
“Ayah saya (Gunawan) sebelum meninggal (November 1982) berpesan agar kita mencari di mana benda (mikrofon) bersejarah itu berada,” tutur Gunarso.
Gunarso menyatakan, keluarganya tak keberatan apabila mikrofon tersebut dimuseumkan. "Justru kita bangga." [4]
--
Tribunnewswiki.com terbuka dengan data dan sumber baru serta usulan perubahan untuk memperkaya informasi.
--
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWSWIKI.COM
KOMENTAR