TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak tiga desa yang mayoritas warganya berasal dari kaum perempuan mempunyai keunikan masing-masing.
Ada satu desa yang 90 persen penduduknya perempuan dan nyaris semuanya memiliki kecantikan yang menawan.
Desa lainnya, standar cantiknya bukanlah seperti standar cantik ala kontes kecantikan yang mesti tinggi, langsing, dan bentuk badan ideal.
Di desa ini, standar cantik justru kebalikan dari semua standar cantik yang dikenal selama ini.
Bila perempuan muda di desa tersebut memiliki berat badan di bawah 70 kilogram (kg), maka ia dianggap bernasib sial karena susah ada pria yang datang melamarnya.
Sementara keunikan satu desa lainnya adalah penduduknya mayoritas berstatus janda.
Baca: Cari Jodoh, Seorang Janda Umur 30 Tahun di Bangka Tengah Jual Rumah Beserta Isi dan Penghuninya
Berikut profil masing-masing desa eksotik tersebut yang dikutip dari eva.vn, awal Juli 2020 lalu:
1. Desa 'Haus Suami'
Dijuluki desa 'haus suami' karena nyaris seluruh penduduknya perempuan dan ini fakta yang mengejutkan; susah menikah.
Padahal, perempuan-perempuan di desa ini umumnya masih muda, cantik, dan ceria khas Negeri Samba.
Pendiri kota Noiva do Cordeiro adalah Maria Senhorinha de Lima.
Setelah diusir dari rumahnya karena meninggalkan suaminya, yang dipaksakan oleh orang tuanya, Maria memutuskan untuk mencari tanah baru untuk ditinggali.
Dari sana, desa didirikan untuk menyambut perempuan yang dijauhi, ibu tunggal, atau perempuan yang kurang beruntung.
Baca: Janda Beranak 3 Tewas setelah Jadi Rebutan Ayah dan Anak, Pelaku Kalap karena Cemburu
Di Noiva do Cordeiro, penduduknya hampir secara eksklusif adalah feminis.
Perempuan mengurus semua aspek kehidupan mulai dari bertani hingga konstruksi, perencanaan, hingga ritual agama.
Bersama-sama mereka membangun kota yang berkembang pesat tanpa laki-laki.
Tentu saja ada beberapa pria yang tinggal di sini, tetapi sangat sedikit, yang tidak melakukan pekerjaan penting.
Beberapa adalah suami tetapi hanya muncul di rumah beberapa kali dalam setahun.
Karena kurangnya pria di desa itulah, para perempuan di Noiva do Cordeiro selalu merindukan seorang suami.
Seorang gadis bernama Nelma Fernandes mengaku: "Di sini, gadis-gadis kami hanya bertemu pria atau kerabat yang sudah menikah, hampir semua orang bersaudara. Sudah lama sekali. Saya tidak tahu apa itu ciuman pria."