Akhirnya Pak Megah mencoba menjual mi ayam yang menjadi makanan yang digemari banyak masyarakat.
"Jadi awalnya saya coba jual via online, mulai dari Instagram, ada juga WhatsApp, kebetulan ada grup-grup kantor dan juga pengajian-pengajian di masjid sekitar rumah," ujar Megah.
Baca: Pramugari Ungkap Arti Suara Lonceng yang Sering Terdengar Saat Pesawat Take Off dan Landing
Usaha mi ayamnya ini mendapat respon positif pembeli.
Dia dan keluarga bersemangat untuk berjualan mi ayam sebagai pemasukan tambahan demi menutup gaji yang terpotong.
Akhirnya, mi ayam bernama Kapten Kitchen ini makin diminati pembeli.
Saat berjualan online, megah mengaku dirinya pernah membuat 70 box mi ayam untuk pelanggannya.
Dia pun nengatakan, ada kemiripan saat menjadi pilot, yaitu kedisiplinan dan standar yang harus dijaga saat melayani pembeli.
"Kita harus disiplin, jualan mi ayam ini persiapannya justru dari pagi, mulai dari membuat bahannya sampai tahap jualan, juga harus mempertahankan standar yang kita buat. Sama seperti pilot, harus disiplin dan menjaga standar operasi," kata Pak Megah.
Selanjutnya, Megah mengatakan dia bertemu dengan dua orang pemilik foodcourt Majelis di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.
Pemilik ruko ini membeli baju online yang dijual istrinya.
Bukan cuma itu, pemilik ruko ini juga membeli beberapa kotak mi ayam.
Pemilik ruko tersebut kemudian menawarkan Pak Megah untuk membuka restoran di ruko mereka.
Pak Megah awalnya bingung karena dia tak punya modal.
Karena dia tak memiliki gerobak alat masak, hingga perlengkapan lainnya, seperti mangkuk dan sendok.
Namun, saat menemui masalah tersebut, Pak Megah mengaku mendapatkan bantuan.
"Tapi alhamdulillah, ada yang bantu, jadi bisa ikut buka di sini sekarang," kata Megah.
Restoran miliknya mulai buka pada 24 Juli 2020.
Baca: Tak Ada Penghasilan saat Wabah Virus Corona, Artis Ganteng Ini Banting Setir Jualan Mi Ayam
Baca: Fakta Baru Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant, Terungkap Upaya Pilot Sebelum Insiden
Restoran ini mempunyai menu mi ayam dan mi yamin lengkap dengan toping yang bisa dipilih sendiri oleh para pembeli.
Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pak Megah menuturkan dirinya tidak melihat sisi negatif dari pandemi ini.
Dia mengaku ada hikmah yang bisa dia ambil.