Tak hanya itu, sempat berprofesi sebagai advokat, Kamala Harris juga mampu membantu Joe Biden memberikan kritik tegas pada Donald Trump.
"Biden menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memilih seorang wanita kulit hitam," kata John Jackson, seorang profesor di Institut Kebijakan Publik Universitas Southern Illinois.
"Biden menginginkan seseorang yang akan dihormati dan akan menyeimbangkan tiket (Pilpres) dengan karakteristik demografis, jenis kelamin, dan ras," kata Jackson.
"Dan Biden menginginkan seseorang yang memiliki chemistry pribadi yang baik dengannya," lanjut Jacson.
Ditunjuknya Kamala Harris memang menjadi tekanan tersendiri bagi Joe Biden.
Alasannya adalah Kamala Harris memiliki dua klasifikasi tak umum dalam sejarah Pilpres AS.
Satu karena Kamala Harris adalah seorang perempuan, dan kedua adalah dirinya berkulit hitam.
Dalam sejarah Amerika Serikat, ini adalah ketiga kalinya perempuan menjadi kandidat calon wakil presiden.
Sementara itu, Kamala Harris adalah perempuan berkulit hitam pertama yang dicalonkan menjadi wakil presiden.
Baca: Joe Biden Pilih Kamala Harris Jadi Cawapresnya Lawan Donald Trump dan Mike Pence
Baca: Kamala Harris
Baca: Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual yang Terjadi 27 Tahun Lalu, Joe Biden: Itu Tidak Pernah Terjadi
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)