TRIBUNNEWSWIKI - Seorang mahasiswa di Tangerang Selatan tertembak sebuah peluru misterius saat masih di jalan.
Saat itu, ia sedang mengendarai motornya ketika peluru tersebut menembus tubuhnya.
Dilansir oleh Kompas.com, mahasiswa yang bernama Wilibrodus Obe kembali melanjutkan perjalanannya dengan santai padahal tertembak peluru.
Tanpa kesakitan sedikitpun, pria tersebut kembali memacu sepeda motornya melintas di jalan raya.
Penembakan misterius ini terjadi saat Obe melintas Jalan Raya Serpong, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Baca: Cemburu Mantan Pacar Bonceng Pria Lain, Mahasiswa Membabi Buta Tembaki Korban dengan Pistol Air Gun
Awalnya Obe mengendarai sepeda motor dari arah Serpong menuju Bilangan Jalan Raya Serpong.
Obe mengaku hendak pergi ke rumah saudaranya yang berada di Bilangan Legok, Kabupaten Tangerang.
Selama perjalanan, Obe mengaku tak ada hal yang mencurigakan.
Bahkan, ia sadar tak ada orang yang sengaja membuntutinya.
"Saya bawa motor sendirian, saya mau ke tempat saudara. Kalau perasaan saya enggak ada yang ngikutin, karena saya putar balik nggak ada tanda-tanda yang ngikutin," ujar Obe dikutip dari Kompas.com.
Meskipun demikian, Obe tak menampik apabila dirinya sempat mendengar suara bak ledakan saat berada di dekat Rumah Sakit Islam Asshobirin.
Mahasiswa School of Government and Public Policy, Bogor itu sempat merasa ada benda yang mengenai bagian punggungnya.
Bahkan, Obe sempat tersentak dan menepi, namun ia kembali melanjutkan perjalanan saat tak melihat hal mencurigakan di sekitarnya.
Menjadi korban penembakan misterius, Obe mengaku tak merasakan kesakitan apapun.
"Memang pas ditembak kaget. Cuma nggak kepikiran kalau itu tembakan. Jadi saya berhenti sebentar terus saya jalan terus, nggak merasa," ujarnya.
Baca: Dua Polisi Tertembak di Mapolsek Sirenja, Masing-masing Luka di Kepala setelah Tertembus Satu Peluru
Kendati demikian, Obe baru menyadari dan merasakan kesakitan saat sampai lokasi tujuan.
"Tahu-tahunya sudah sampai tempat tujuan, baru terasa kalau sakit, ya nyeri gitu, keringatan. Saya merasa ada sesuatu di dalam gitu, saya minta lihatin pas dibuka bekas tembakan," ujarnya.
"Jarak dari pas saya ketembak sampe kerumah saudara nggak sampai 10 km sekitar 10 menit lah," imbuhnya.
Obe pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang, namun dirujuk ke Rumah Sakit EMC Tangerang.
"Pas di-rontgen ada pelurunya satu di dalam. Karena pelurunya itu kayak pecah jadi dua bagian kata dokter harus dioperasi besar. Dirawat sampai sabtu 25 Juli," ucapnya.