TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penunjukkan Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Juventus menggantikan Maurizio Sarri membuat jagad sepak bola terhenyak.
Andrea Pirlo dikontrak hingga tahun 2022 oleh Juventus.
Selain merupakan pemain legendaris Italia dengan pernah bermain di AC Milan, Juventus dan Inter Milan, sosok Pirlo yang kharismatik juga diidolai oleh banyak pecinta sepak bola.
Semasa aktif bermain sepak bola, Pirlo lekat dengan gaya main flamboyan memiliki kemampuan spesial mengatur alur bola dari depan garis pertahanan atau disebut peran "regista".
Istilah regista pun pertama kali tersemat dan dikenal berkat kemampuan spesial Andrea Pirlo.
Figur Pirlo disebut banyak menginspirasi banyak gelandang sepak bola di berbagai belahan dunia, dengan gaya main yang teknikal dan visi umpan yang hebat.
Penunjukkan Andrea Pirlo oleh Juventus memang sangat terasa mengejutkan.
Meski sudah mengambil lisensi kepelatihan, Pirlo baru saja ditunjuk pelatih Juventus U-23 pekan lalu.
Baca: Drama Situasi Juventus: Kalah dari Lyon, Maurizio Sarri Digantikan Andrea Pirlo dalam Waktu 5 Jam
Baca: Akibat Pneumonia, Maurizio Sarri Tak Bisa Dampingi Juventus Di Dua Laga Awal Liga Italia
Atas dipilihnya Andrea Pirlo sebagai pelatih Si Nyonya Tua, beragam komentar pun datang mengiringi.
Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso, turut memberikan berpoini terkait penunjukan Andrea Pirlo menjadi pelatih baru Juventus.
Gennaro Gattuso tak lupa langsung mengucapkan selamat kepada sahabat sekaligus mantan pasangan serasi-nya di timnas Italia dan AC Milan itu.
Gattuso menilai Pirlo sangat beruntung bisa memulai karier kepelatihannya bersama tim besar seperti Juventus.
Kendati demikian, pria yang dulu pernah melatih AC Milan itu tetap memberikan peringatan kepada Pirlo bahwa menjadi pelatih adalah sesuatu yang sangat berbeda ketimbang ketika menjadi pemain bola.
Apalagi, Pirlo tidak memiliki pengalaman melatih sama sekali, bahkan sebenarnya baru akan memulai melatih di Juventus U-23 pada musim 2020-21.
Walau sebenarnya Pirlo sudah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro pada Agustus 2019.
Baca: Meski Juventus Kalah, Dua Gol Cristiano Ronaldo Tak Sia-sia, CR7 Lampaui Sejarah 95 Tahun Silam
Baca: Kutukan Lyon Kembali Terjadi, Ronaldo Gagal Bawa Juventus Melaju dari Fase 16 Besar Liga Champions
"Dia beruntung bisa memulai di Juventus," kata Gattuso dikutip dari Sky Sport Italia.
"Tetapi menjadi pelatih adalah pekerjaan di mana karier bermain yang hebat saja tidak cukup."
"Anda harus belajar, bekerja keras, dan Anda tidak akan banyak tidur."
"Menjadi pemain dan pelatih sebenarnya bukanlah suatu hal yang sama."
"Ini adalah profesi yang sama sekali berbeda dan kami tidak dapat mempelajarinya hanya dari buku."