TRIBUNNEWSWIKI.COM - Diketahui hanya beberapa negara yang memiliki pasukan intelijen tempur super rahasia, termasuk Kopassus, yang keberadaannya sulit diungkap.
Bagi pasukan intelijen, kerahasiaan merupakan 'napas utama'.
Berkat informasi intelijen tempur pasukan elite TNI AD ini, banyak operasi yang dilakukan Kopassus berhasil dengan gemilang.
Termasuk penyelesaian pertikaian bersenjata di Aceh beberapa tahun lalu.
Kisah-kisah menarik pasukan elite Indonesia ini memang tak sedikit yang luput dari perhatian publik.
Seperti kemampuan intelijen tempur yang tak diragukan lagi.
Baca: Pangeran Salman bin Saud Dituduh Kirim Pasukan Macan untuk Bunuh Intelijen Arab Saudi
Kisah intelijen datang dari seseorang yang tidak ingin nama jelasnya disebut.
Ia adalah Sersan Badri (nama samaran), yang merupakan intelijen andalan pasukan elite TNI AD.
Selama setahun Sersan Badri menyamar jadi pedagang durian.
Ia sengaja tinggal di kandang musuh untuk mengetahui informasi.
Penyamaran intelijen Kopassus itu berisiko tinggi, karena apabila ketahuan bisa kehilangan nyawa.
Kala itu Badri mendapat tugas berat, masuk ke wilayah musuh seorang diri.
Baca: Profil 3 Jenderal TNI asal Jambi yang Punya Karier Cemerlang, Pernah Digembleng di Kopassus
Peristiwa ini terjadi pada 2003.
Sersan Badri menceritakan pengalamannya, dikutip dari Tribun Jambi, Sabtu (8/8/2020).
Satu Tahun Penyamaran
Sersan Badri ditugaskan untuk masuk ke lingkaran utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2003.
Sebelum ditumpas habis, GAM sempat berulah beberapa kali di Aceh.
Basis militer mereka berada di Lhokseumawe.
Baca: 6 Anak Artis Ini Ternyata Sukses Jadi Polisi dan TNI, Bahkan Ada yang Jadi Kopassus hingga US Army
Sebelum memasuki GAM, selama satu tahun, Sersan Badri memetakan situasi lapangan Aceh terlebih dahulu.
Bukan perkara yang mudah bagi Sersan Badri untuk memasuki lingkaran GAM.