TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesawat Boeing-737 milik Air India Express mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Kozhikode (Calicut), Kerala, India, pada Jumat (7/8/2020).
Pesawat ini melewati batas landasan pacu dan patah menjadi dua bagian.
Dilansir dari Reuters, (8/8/2020), Boeing-737 ini terbang dari Dubai membawa orang-orang India yang telantar di luar negeri akibat pandemi Covid-19.
Kementerian Penerbangan Sipil India mengatakan ada 190 orang orang di pesawat, penumpang dan kru, dan 10 di antaranya adalah bayi.
Rekaman di televsi memperlihatkan petugas penyelamat bergerak di sekitar pesawat dalam kondisi hujan lebat.
Media melaporkan pesawat itu tergelincir dan hidung pesawat jatuh lebih dulu.
Baca: Kasus Covid-19 di India Tembus 2 Juta, Tertinggi Ketiga di Dunia
Kepala polisi negara bagian Kerala mengatakan setidaknya ada 15 orang tewas dan empat penumpang terjebak di puing-puing pesawat.
Kementerian Penerbangan Sipil menyatakan tidak ada kebakaran di pesawat.
Saluran TV lokal memperlihatkan para penumpang, beberapa terbaring di tandu dan tidak bergerak, dibawa ke rumah sakit dan dikelilingi tenaga medis yang memakai masker.
Baca: Iran Tembak Pesawat Boeing 737, PM Kanada, Justin Trudeau: Kami akan Mencari Keadilan
Air India Express AXB1344 merupakan penerbangan yang dioperasikan pemerintah untuk membawa pulang warga India selama ada pembatasan perjalanan karena wabah virus corona.
Ada jutaan warga India yang bekerja di wilayah teluk itu.
Menurut laporan NDTV, satu di antara korban tewas adalah Komandan Sayapa Deepak Vasant Sathe, salah satu Pilot Penerbangan IX-1344.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 7.40 waktu setempat di tengah hujan lebat.
Berdasarkan informasi situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, pesawat berputar beberapa kali dan membuat dua kali percobaan pendaratan.
Baca: India Menyita 740 Ton Amonium Nitrat, Jenis Bahan Kimia yang Jadi Penyebab Ledakan di Beirut
Legislator Shashi Tharoor mengatakan Bandara Kozhikode adalah salah satu bandara internasional terpenting di Kerala dan menangani banyak penerbangan dari luar negeri.
Perdana Menteri Narendra Modi mengungkapkan belasungkawanya.
"Sedih atas kecelakaan pesawat di Kozhikode. Belasungkawa saya untuk mereka yang kehilangan orang-orang tercintanya. Semoga yang terluka segera pulih," tulis Narendra Modi di akun Twitter-nya.
Covid-19 di India tembus 2 juta kasus
Jumlah kasus Covid-19 di India melewati 2 juta kasus per Jumat (7/8/2020).
Dengan demikian, total kasus Covid-19 di India hanya kalah banyak dari Amerika Serikat (AS) dan Brasil.
Berdasarkan data dari Worldometers.info pada hari yang sama, total kasus Covid-19 di AS mencapai 5.032.561, sedangkan di Brasil mencapai 2.917.562.
Dilansir dari Reuters, Infeksi virus corona menyebar ke kota-kota kecil dan area pedesaan di India.
Pakar mengatakan epidemi Covid-19 di India kemungkinan butuh berbulan-bulan lagi sebelum mencapai fase puncak.
Padahal, sistem kesehatan di negara itu sudah sangat terbebani dengan jumlah pasien saat ini.
Kementerian Kesehatan India mengatakan ada 62.538 kasus baru di pada Jumat ini sehingga total kasus menjadi 2,03 juta.
India telah melaporkan rata-rata 50.000 kasus per hari sejak pertengahan Juni.
Meski demikian, pakar mengatakan tingkat atau angka tes sangat rendah, yakni 16.035 per satu juta orang.
Tingkat kematian di India relatif rendah, sekitar 2 persen atau ada 41.585 kematian sejauh ini.
Namun, angka tersebut hanya berasal dari kasus kematian orang yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.
Perdana Menteri Narendra Modi memaksakan penguncian ketat pada 25 Maret ketika fase awal wabah berlangsung.
Penguncian ini membuat pergerakan besar-besaran dari pekerja migran dari kota ke pedesaan.
Di beberapa negara bagian tempat para migran kembali, ada kenaikan kasus infeksi dalam minggu-minggu terakhir.
India menyita 740 ton amonium nitrat
Sementara itu, otoritas bea cukai India menyita kontainer yang berisi 740 ton amonium nitrat, bahan kimia yang menyebabkan ledakan mengerikan di Beirut, Lebanon.
Pihak bea cukai di Chennai, sebuah kota pelabuhan di India selatan, mengatakan amonium nitrat tersebut kini disimpan di lokasi berjarak sekitar 20 kilometer dari kota itu.
"Muatan yang disita telah disimpan dengan aman dan keamanan muatan itu dan masyarakat dijamin, mengingat sifat berbahaya muatan itu," kata pihak bea cukai, dikutip dari Reuters.
Mereka mengatakan tidak ada area permukiman dalam jarak 2 kilometer dari stasiun pengangkutan tempat muatan itu disimpan.
Amonium nitrat digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak, umumnya digunakan oleh industri pertambangan.
Bahan kimia itu diimpor pada tahun 2015 oleh Amman Chemical, sebuah perusahaan yang bermarkas di negara bagian Tamil Nadu.
Seorang pejabat bea cukai mengatakan amonium nitrat itu disita pada saat kedatangannya karena diduga melanggar aturan impor.
(Tribunnewswiki/Tyo)