Kisah Hendra, Ditolak Sekolah Karena Cacat Padahal Sudah Dinyatakan Lolos, Ini Kata Pihak Sekolah

Meski tak bisa menulis karena cacat, tetapi Hendra memiliki kemampuan membaca, berhiung, serta bersosialisasi sebagaiman anak lainnya


zoom-inlihat foto
seoklahh1.jpg
Kompas.com
Ilustrasi sekolah(KOMPAS.com/Junaedi)


Selama ini tugas dari sekolah dikerjakan sendiri oleh Hendra, tetapi dituliskan oleh ibunya.

Pihak sekolah bertanya dan khawatir Hendra tidak bisa ikut ujian karena tidak bisa menulis.

“Kepala sekolah keluar, terus kembali lagi, 'saya mohon maaf Bu, guru di sini tidak ada yang siap untuk mengajar anak difabel',” ujar Asyati kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Selasa (4/8/2020).

Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Harap Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Kreatif dan Inovatif seperti Sekolah Ini

Baca: Pembelajaran Jarak Jauh Dipastikan Tak Akan Dipermanenkan, Nadiem: Tatap Muka yang Terbaik

Asyati pun bertanya alasan pihak sekolah menjawab tidak ada guru khusus bagi anak-anak seperti Hendra.

“Akhirnya saya bilang, 'berarti sampean tidak sanggup mengajar Hendra? Berarti sekolah meminta Hendra untuk mundur ya Pak? Baik kalau gitu, Hendra saya keluarkan dari sekolah ini',”papar Asyati.

Dalam keadaan pasrah itu, Asyati ditanya oleh guru lainnya hendak menyekolahkan anaknya kemana.

"Lalu surat keterangan kelulusan diminta oleh sekolah,” jelas dia.

Setelah itu, kepala sekolah SMPN 2 Tamanan keluar dari ruang itu.

Salah seorang guru meminta maaf dan tidak berniat hendak mengeluarkan Hendra.

“Ya gimana Bu, kalau tidak siap yang mau ngajar,” ucap Asyati lalu pulang ke rumahnya.

Sedangkan sang ayah, Suyadi menceritakan, pada awalnya anaknya tidak mau untuk bersekolah di SMPN 2 Tamanan lantaran kondisinya.

Hanya saja, salah satu gurunya di SDN Sumber Kemuning 2 yang pernah mengajar Hendra menganjurkan Hendra agar melanjutkan studi di SMPN 2 Tamanan.

Sebab anak tersebut memiliki kemampuan sama dengan pelajar lainnya.

Akhirnya, Hendra mendaftar dan berhasil lolos di sekolah negeri tersebut.

Dia sudah mengikuti pelajaran secara online .

Setiap Selasa, Hendra bersama sang ibu mengirimkan tugas ke sekolah.

Sayangnya, ketika tahun pelajaran sudah berlangsung pihak sekolah ragu hendak meneruskan Hendra belajar di sekolah tersebut.

Penjelasan pihak sekolah

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Tamanan Murtaji mengatakan, awalnya Hendra memang sudah diterima oleh SMPN 2 Tamanan.

Hendra Sudah mengikuti kegiatan sekolah secara online .





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved