Antonio Conte dan Inter Milan Memanas, Plot Cerita Massimiliano Allegri-Juventus Bisa Terulang Lagi

Rumor mendekatnya Massimiliano Allegri ke Inter Milan membuat situasi skenario Antonio Conte-Juventus pada enam tahun lalu bisa kembali terulang.


zoom-inlihat foto
allegri-dan-conte.jpg
firenzepost.it
Massimiliano Allegri (kiri) dan Antonio Conte, bisa mengulang peristiwa situasi Juventus di Inter Milan akibat konflik dengan manajemen.


Kilas balik pada 6 tahun lalu, Conte mengundurkan diri dari Juventus, tepatnya pada 15 Juli 2014, atau dua hari setelah latihan pramusim Juventus dimulai.

Conte disebut tak puas dengan manajemen Juventus yang lamban dalam bergerak menggaet pemain-pemain incarannya.

Dua incaran Antonio Conte waktu itu adalah Alexis Sanchez, yang akhirnya memilih hengkang ke Arsenal dari Barcelona dan Juan Iturbe yang pindah ke AS Roma.

Baca: Hasil Liga Italia: Dua Gol Pinalti Cristiano Ronaldo Selamatkan Juventus dari Kekalahan

Baca: Jadi Incaran Chelsea, Nani Ungkap Rencana Gantung Sepatu Cristiano Ronaldo Bukan di Liga Inggris

Si Nyonya Tua pun langsung mendapat ganti dari Antonio Conte yakni Massimiliano Allegri.

Kini skenario 6 tahun lalu tersebut bisa terulang kembali di tubuh Inter Milan jelang bergulirnya musim 2020-2021.

Terlebih, pergantian dari Conte ke Allegri menghasilkan catatan positif.

Selain Allegri masih tetap mampu membuat Juventus merajai Liga Italia, mereka juga sukses merangsek ke final Liga Champions dua kali pada musim 2014-15 dan 2016-17 lalu, meski gagal juara di dua kesempatan itu.

Keluhan Antonio Conte

Pencapaian Inter Milan sangat baik pada musim 2019-20 dan dengan hal ini banyak pihak menjagokan klub berjuluk Nerazzuri itu akan serius menantang Juventus dalam perburuan scudetto musim depan.

Namun, dibalik pencapaian tersebut, pelatih Inter, Antonio Conte, mengungkapkan prestasinya dan para pemain tak diberi apresiasi oleh media-media.

Antonio Conte menilai dirinya dan timnya selalu menjadi sasaran panah tembak para media lewat kritikan dan hujatan pedas yang menyerangnya.

Baca: Sukses Raih Poin Tertinggi Sejak 2009-10, Antonio Conte dan Manajemen Inter Milan Justru Berselisih

Baca: Gagal Juara Liga Spanyol dan Dikritik oleh Messi, Pelatih Barcelona Terancam Dipecat Akhir Musim Ini

Selain menyayangkan sikap media yang sangat "keras" terhadap dirinya dan timnya, ternyata Conte juga menyerang manajemen Inter Milan sendiri.

Conte mengindikasikan, dirinya ingin agar klub pasang badan dari serangan-serangan atau kritikan media yang ia anggap terlalu vulgar untuk Inter Milan.

Dia merasa, manajemen tak pernah memberi proteksi memadai bagi dia dan timnya terkait kritikan dan "celaan" dari media-media Italia.

Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20.
Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20. (AFP/Miguel Medina)

Bahkan dengan adanya permasalahan ini, sampai-sampai membuat mantan pelatih Juventus itu pun mengadakan pertemuan empat mata langsung dengan presiden Inter Milan, Steven Zhang.

“Ini merupakan tahun yang sulit di level pribadi, sangat sulit."

"Saya tidak berpikir para pemain melihat pekerjaan mereka diakui, saya tidak berpikir pekerjaan saya diakui dan kami semua menerima sangat sedikit perlindungan dari klub," kata Conte dikutip dari Sky Sport Italia.

“Kami harus tumbuh dan berkembang di semua sisi, termasuk di luar lapangan, dan klub besar harus lebih melindungi para pemainnya."

"Kami akan membahas semuanya di akhir musim, untuk itu saya harus bertemu presiden Steven Zhang."

“Itu sangat, sangat intens tahun ini, sulit, dan para pemain melakukannya dengan baik untuk mengisolasi diri sendiri dan menciptakan hubungan harmonis dalam diri kami di tengah kesulitan."





Halaman
123
Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved