TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sempat menghebohkan dunia maya, seorang narasumber yang dibawa oleh musisi Anji mengaku telah menemukan obat Covid-19.
Pria tersebut mengaku sebagai ahli Mikrobiologi dan memiliki nama Profesor Hadi Pranoto.
Ia mengklaim telah menemukan obat antibodi Covid-19 dalam bentuk jamu yang dihargai Rp 150.000 per botolnya.
Hadi juga mengaku telah melakukan penelitian terhadap virus corona sejak lama.
Video perbincangan Anji dengan Hadi Pranoto tersebut pun viral di berbagai media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Slamet Budiarto akhirnya angkat bicara.
Slamet mengatakan, dirinya merasa mengganjal atas penyataan yang dilontarkan oleh Hadi.
Klaim obat yang dibicarakannya pun terasa meragukan.
Pasalnya apabila benar telah menemukan obat Covid-19 maka harus ada uji klinik terlebih dahulu.
Begitupun apabila yang dimaksud adalah obat herbal, maka harus didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
"Kalau obat harus ada standarisasinya, harus ada uji kliniknya. Ini meragukan," kata Slamet, Minggu (2/8/2020).
Baca: Obat Covid-19 Buatan Iran Akan Dijual Bebas 3 Minggu Lagi
Baca: Sempat Dikecam PFI, Anji Manji Akhirnya Minta Maaf soal Komentarnya terhadap Foto Joshua Irwandi
Baca: Giring Opini Terkait Foto Jenazah Covid-19, Musisi Anji Dikecam Pewarta Foto Indonesia (PFI)
Kemudian Slamet meresahkan, klaim Hadi mengenai deteksi Covid-19 dengan harga Rp 10-20 ribu.
Terlebih, Hadi mengatakan jika penelitiannya terhadap Covid-19 memerlukan biaya yang tidak banyak seperti dengan cara tes swab.
Klaim bahwa sampel untuk mendeteksi Covid-19 bisa melalui air liur, tidak perlu melalui sekresi yang diambil dari bagian hidung bagian dalam, menurut Slamet bisa membuat banyak masyarakat salah paham.
Pemerintah, lanjutnya, harus memanggil Hadi Pranoto, menelusuri identitasnya yang mengaku sebagai profesor mikrobiologi.
"Masa sepuluh atau dua puluh ribuan, masyarakat menjadi resah, pemerintah harus memanggil yang bersangkutan apakah benar merupakan pakar Mikrobiologi," katanya.
Slamet meminta masyarakat untuk selektif dalam mencari informasi.
Masyarakat sebaiknya tidak cepat mempercayai klaim dari pihak yang tidak memiliki otoritas.
"Terkait perkembangan mengenai Covid-19 dari pemerintah saja, yang biasanya menggandeng IDI," pungkasnya.
Sebelumnya, Anji menghadirkan pria yang mengaku sebagai pakar ahli Mikrobiologi Prof. Hadi Pranoto dalam video yang diunggahnya dalam bentuk wawancara.