TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengemudi ojek online (ojol) bernama Wahyu Nanda Kristianto (22) meninggal dunia saat mengantar orderan makanan setelah terlibat kecelakaan di Jalan Raya Meduran, Kecamatan Manyar, Sabtu (1/8/2020) malam.
Salah seorang saksi, Abdilah mengatakan korban sedang mengantar orderan makanan.
Korban langsung tergeletak tidak berdaya saat menyalip kendaraan dari sebelah kanan.
"Antar go food, makanannya tumpah di jalan raya," kata dia.
Korban diketahui tinggal di Jalan Awikoen Madya Dalam 38 RT 02/ RW 02 Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Kanit Laka Satlantas Polres Gresik, Ipda Yossy Eka Prasetya mengatakan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi.
Saat itu korban mengendarai sepeda motornya Yamaha Mio Vino W 2389 AA.
Baca: 6 Driver Ojol Ini Gegerkan Publik Sebab Punya Wajah Mirip Artis, Dari Isyana Hingga Chef Renatta!
Baca: Viral Driver Ojol Disebut Mirip Aktor Korea Ji Chang Wook, Kini Banjir Endorse setelah Main TikTok
Dia mengendarai sepeda motor seorang diri berjalan dari arah timur menuju ke barat saat melintas di Jalan Raya Meduran.
"Wahyu mendahului dari sisi sebelah kanan kendaraan roda empat tidak dikenal yang berjalan searah didepannya,pada saat mendahului. Dia kurang memperhatikan arah depan dengan jelas bersamaan dengan itu dari arah berlawanan ada kendaraan roda empat tidak dikenal," tuturnya.
Karena jarak sudah dekat dan ruang gerak yang sempit sehingga terjadi benturan.
Kendaraan yang tidak dikenal itu langsung melanjutkan perjalanan.
Diketahui korban meninggal dunia di lokasi kejadian langsung dievakuasi petugas menuju RSUD Ibnu Sina.
Sedangkan kendaraannya dibawa petugas menuju Satlantas Polres Gresik dan korban kemudian dimakamkan.
Driver ojol wanita duel dengan begal
Seorang driver ojol wanita di bekasi nyaris menjadi korban aksi pembegalan.
Dwi Wulan Meiylani (32), driver ojek online (ojol) wanita di Bekasi, Jawa Barat, belakangan viral di media sosial.
Hal itu berkat aksi duel melawan begal yang mengincar dirinya.
Dwi saat dijumpai di kediamannya di Perumahan Pondok Ungu Permai, Kecamatan Bebelan, Kabupaten Bekasi menceritakan detik-detik dirinya berhasil mengagalkan aksi kejahatan jalanan.
Peristiwa begal terjadi pada Minggu (26/7/2020) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.
Kala itu dia tengah melayani order makanan nasi goreng yang berada tidak jauh dari kediamannya.
"Saya hari itu keluar sore, sebenarnya saya udah mau pulang saya lagi di dekat Gerbang Pasar Marakas tiba-tiba masuk order," kata Dwi, Rabu (29/7/2020).
Baca: Jadi Begal Motor Demi Bahagiakan Pacar, Seorang Pemuda Insaf setelah Ditinggal Nikah
Baca: Siswa Pembunuh Begal Demi Bela Diri dan Kehormatan Pacar Divonis Setahun, Dibina Seperti Santri
Dwi sempat beberapa saat memastikan order tersebut bukan fiktif dengan bertanya ke sejumlah driver lain yang berada di sekitar Gerbang Marakas.
Setelah sudah dipastikan order itu bukan fiktif, dia lantas melaju arah Jalan Perumahan Pondok Ungu Permai menuju restoran penjual nasi goreng yang dipesan konsumen.
"Saya sempet mastiin takutnya order fiktif, abis itu saya jalan ke arah restorannya buat ambil makanan," jelasnya.
Jalanan perumahan malam itu cukup sepi, Dwi sempat melirik ke sekitar sambil melajukan kendaraannya.
Belum sampai di restoran tempat ia menjemput makanan, tiba-tiba dua orang berkedara sepeda motor mendekar ke arahnya.
"Pelaku datang dari arah belakang saya, pas abis belokan ke kiri posisinya jalan udah gelap langsung saya tiba-tiba disalip," ungkapnya.
Satu orang pelaku yang dibonceng langsung mengarahkan celurit ke badannya, Dwi yang panik kemudian langsung didorong hingga terjatuh.
"Saya didorong sama dia (pelaku) terus handphone saya masih di motor (dudukan dekat kemudi), dia gertak saya pakai celurit," ucapnya.
Wanita yang sudah setahun menjalani profesi ojol ini reflek mendorong pelaku hingga terjadi aksi saling dorong diantara keduanya.
Pelaku menurut Dwi, hendak mengincar sepeda motor atau ponsel miliknya.
Berulang kali dia mencoba merampas kunci kontak dan ponsel yang ada di dudukan kemudi.
Upaya itu sempat berhasil, tetapi lagi-lagi Dwi terus melawan dengan cara menarik pakaian pelaku meski sudah berhasil merampas ponselnya.
"Dia udah dapat handpone (ponsel) saya, pas dia mau ke arah temannya (pelaku yang bertugas sebagai joki), saya tarik jaketnya," kata Dwi.
"Jaketnya itu saya tarik dari belakang sampai lepas, akhirnya dia jatuh sama handpone dan celurit jatuh," ujarnya.
Tanpa pikir panjang, Dwi lalu mengambil celurit milik pelaku, seketika dia langsung berbalik menyerang keduanya.
Baca: Kronologi Remaja di Palembang Sengaja Begal Kakak Hingga Tewas: Uangnya Saya Pakai untuk Beli Sabu
Baca: Lindungi Istri yang Hamil Besar, Pria di Palembang Kejar-kejaran dengan Pelaku Begal Bersenjata Api
Aksi Dwi ini juga tertolong berkat, sekelompok pemuda yang berada di bengkel tidak jauh dari lokasi.
Mereka kata Dwi, sempat berteriak ketika melihatnya berduel melawan dua pelaku begal yang hendak merampas barang berharga miliknya.
"Saya kan teriak-teriak terus anak-anak muda yang ada dibengkel langsung teriakin pelakunya 'polisi, tembak' sambil lempar pecahan botol ke arah pelaku," terangnya.
Kian terdesak, kedua pelaku lalu panik, mereka lantas kabur tunggang langgang meninggalkan tempat kejadian perkara tanpa membawa barang rampasan.
"Saya langsung kasi celuritnya ke anak-anak muda yang nolong saya, mereka saya minta kejar pelaku," ucapnya.
Baca: Kakek Pengendara Ojek Kena Tusuk Saat Lawan Begal di Kalisari Jakarta Timur
Baca: Tukang Es Krim Dibegal di Banyuasin, Pelaku Rampas Uang Rp 60 Ribu dan Box Es Buat Pesta Miras
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi) (Surya.co.id, Tribunjakarta.com)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengemudi Ojek Online di Gresik Meninggal Dunia saat Antar Orderan Makanan, Ini Kronologisnya dan di Tribunjakarta.com dengan judul Detik-detik Driver Ojol Wanita di Bekasi Menang Duel Lawan Begal Meski Diancam Celurit.