Hasyim Wahid (Gus Im)

Pria yang lebih akrab disapa Gus Im adalah adik dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Salahuddin Wahid (Gus Sholah).


zoom-inlihat foto
hasyim-wahid-atau-gus-im-3.jpg
Kolase Foto Tribunnews
FOTO: Hasyim Wahid atau Gus Im

Pria yang lebih akrab disapa Gus Im adalah adik dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Salahuddin Wahid (Gus Sholah).




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hasyim Wahid merupakan salah satu tokoh Nahdlatul' Ulama (NU) yang juga merupakan anak dari KH. Wahid Hasjim, pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia

Pria yang lebih akrab disapa Gus Im ini adalah adik dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Alumni ITB ini memiliki pengalaman di bidang pemerintahan sebagai salah satu pejabat di BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional).

Selain itu, ia juga pernah menjadi salah satu anggota dan pengurus dari PDI Perjuangan dan anggota YKPK (Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan).

Gus Im wafat pada 1 Agustus 2020 di RS Mayapada Jakarta.

Almarhum dimakamkan di Kompleks Makam K H Bisyri Syansuri Denanyar Jombang. [1]

Baca: BREAKING NEWS: Adik Bungsu Gus Dur, KH Hasyim Wahid alias Gus Im Meninggal Dunia

  • Selera Musik


Selera musik keluarga Gus Dur dan Gus Im ini cukup tinggi.

Keduanya penyuka aliran musik klasik.

Terdapat pengalaman unik antara Gus Dur dan Gus Im.

Sambil berlagak ngantuk, Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menanyakan Friday Night in San Fransisco: Live Concert KH Hasyim Wahid (Gus Im).

Lalu, ujung-ujungnya Gus Dur secara langsung mengemukakan maksudnya.

“Boleh saya pinjam beberapa bulan?” tanya Gus Dur kepada adik kandungnya itu.

Gus Im memperbolehkannya.

Namun ia mengantisipasi jika CD itu tidak dikembalikan, ia tetap bisa menikmatinya.

Bagi Gus Im, antisipasi itu adalah bagian pokok dari upaya bertahan hidup (survival). Karena itulah ia mengkloning CD musik, yang menurutnya, monumental itu.

Sambil berlagak lebih mengantuk lagi, Gus Dur berkata lirih.

“Wah, Im, saya kecopetan lagi.”

Gus Im, tahu maksud Gus Dur. Kecopetan bagi Gus Dur adalah kehilangan dua mahakarya musik klasik kegemarannya, Simfoni No. 9 Beethoven dan Simfoni No. 40 Mozart.

Ia selalu marah besar jika dua koleksi kesayangnnya itu tidak ada.

Sementara Gus Dur tahu persis bahwa di lingkungan pergaulan terdekatnya, cuma Gus Im yang paling senang dengan Simfoni No. 9 karya Beethoven dan Eine Kleine Nactmusik karya Mozart.

Serta Gus Im pula yang cukup tega mencopet keduanya.

Gus Dur sepertinya ingin membalas dendam atas kehilangan dua koleksinya itu dengan meminta langsung Friday Night in San Fransisco: Live Concert.

Maka apa boleh buat, Gus Im harus ikhlas berpisah dengan CD konser gitar akuistik itu.

Cukuplah dengan kloningnya. Bagi Gus Im, Gus Dur meminjam tanpa niat mengembalikan CD tersebut.

Itu adalah serangan balasan (retaliasi) atas prilakunya mencopet dua keping CD musik klasik miliknya.

“Dan atas nama Ketua Umum PBNU, CD Friday Night in San Fransisco: Live Concert, hasil titipan kepada AS Hikam tersebut, pun disita Gus Dur,” ungkap Gus Im.

CD Friday Night in San Fransisco: Live Concert itu Gus Im dapatkan melalui AS Hikam, Nahdliyin asal Tuban yang menyelesaikan studi doktor di bidang ilmu politik di Universitas Hawaii, Honolulu.

Gus Im bertemu dengannya saat Gus Dur mengajak mendiskusikan disertasi Hikam.

Saat ketiganya bertemu, yang dibahas bukan disertasi, tapi justru musik, di antaranya Friday Night in San Fransisco: Live Concert itu.

AS Hikam menjadi saksi kakak dan adik putra KH Wahid Hasyim bin Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu, mengaitkan musik dengan politik.

“Yang main tiga maestro gitar yaitu Paco de Lucia, Al di Meola, dan John MacLaughlin,” ungkap Gus Im pada pertemuan itu.

“Paco de Lucia itu kan gitaris flamenco kontemporer? Tekniknya nyaris tak bercacat dan dia mampu menangkap gelora musik flemenco. Yang dua orang lagi siapa?” tanya Gus Dur.

“Al Di Meola, maestro gitar jazz. Dia mampu main dengan gemuruh jiwa musik jazz maupun dengan kebeningan suara hati. John McLaughlin, awalnya maestro gitar rock, kemudian mengembara ke dunia jazz dan musik spirirtual India, sehingga bentuk musiknya jadi lebih kaya,” jelas Gus Im.

“Musik fusion seperti itu bisa membantu memahami praksis politik Indonesia yang juga berupa fusion. Bedanya politik Indonesia adalah fusion aliran, partai politik oposisi seolah-olah, dan macam-macam teori pembangunan yang wujud akhirnya jadi aneh dan sulit dimengerti, apalagi dinikmati,” komentar Gus Dur. [2]

Baca: Salahuddin Wahid (Gus Solah)

Baca: Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)

  • Pendidikan


Diketahui pendidikan yang dijalani Gus Im sepotong-potong.

Setengah semester ia kuliah di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.

Satu semester di Fakultas Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung.

Gus Im mengaku mudah bosan.

Pria berambut ikal ini dikenal akrab dengan kalangan aktivis mahasiswa.

Pada masa Presiden Soeharto berkuasa, ia diberitakan pernah dikejar aparat intelijen.

Orang-orang terdekat menyebut Hasyim Wahid mudah bercanda dan juga mudah naik darah.

Perawakannya saat bicara dan sikapnya yang apa adanya, disebut mirip Gus Dur.

Gus Im mengaku hanya dia lah anggota keluarga Gus Dur yang tidak mengenal pendidikan pesantren. [3]

(Tribunnewswiki.com/Dinar)



Nama Hasyim Wahid
Sapaan Akrab Gus Im
Riwayat Karir Pengusaha
Konsultan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional).
Anggota YKPK (Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan)
Politisi PDI-Perjuangan
Wafat 1 Agustus 2020


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. wartakota.tribunnews.com
3. majalah.tempo.co


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved