TRIBUNNEWSWIKI.COM - Umat Muslim akan merayakan Iduladha, Jumat (31/7/2020) mendatang.
Pada momen ini, biasanya masyarakat bisa menikmati daging sapi atau kambing dari orang yang melakukan ibadah kurban.
Namun seberapa lama daging tersebut aman buat disimpan?
Dokter spesialis gizi, dr Raissa Edwina Djuanda, mengungkapkan daging kurban bisa disimpan selama dua hingga tiga bulan dan aman dikonsumi.
Namun perlu dicatat, penyimpanan itu dilakukan di dalam lemari pembeku atau freezer.
Baca: Masih dalam Suasana Pandemi Covid-19, Berikut Ini Panduan Salat Iduladha Sesuai Protokol Kesehatan
"Jika ingin lebih lama (menyimpan), dapat masukkan ke dalam freezer. Dalam freezer dapat disimpan hingga dua sampai tiga bulan," ungkap dr Raissa saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).
Menyimpan daging di freezer akan berbeda dengan kulkas atau lemari pendingin.
Waktu penyimpanan di lemari pendingin hanya bisa bertahan sekitar satu hingga dua hari saja.
Apa bila ingin lebih lama, maka daging harus diolah terlebih dulu.
"Daging olahan seperti bacon, ham, sosis, kornet, dapat bertahan hingga satu minggu," ucapnya.
Lalu bagaimana dengan kandungan gizinya?
Baca: Pemerintah Pakistan Minta Warga Muslim Beli Hewan Kurban secara Online demi Cegah Penularan Covid-19
Ternyata kandungan daging kurban yang disimpan di lemari pembeku tidak berbeda denga daging segar.
Tentu dengan catatan penyimpanan itu dilakukan dengan baik, tegas dr Raissa.
"Jika penyimpanan dan pengolahannya benar, maka nilai gizi dari kedua daging tersebut (segar dan simpanan) akan sama-sama baik," ungkap dr Raissa.
Lalu bagaimana cara menyimpan daging yang baik?
Baca: Sapi Kurban Jokowi Rp 89 Juta Diperlakuan Spesial hingga Diberi Karpet Rp 2 Juta Agar Tidur Nyenyak
Sebelum disimpan di dalam kulkas maupun freezer, dr Raissa mengatakan daging segar maupun olahan haru dimasukkan ke dalam wadah tertutup.
Menurutnya, cara tersebut dilakukan untuk mencegah penguapan dan menjaga kesegaran dari daging maupun makanan.
"Jaga kulkas agar tidak terlalu penuh atau bahan makanan di dalamnya ditumpuk-tumpuk. Jika sirkulasi udara tidak baik, makanan lebih cepat basi," ucapnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Kompas.com/Jihad Akbar)