TRIBUNNEWSWIKI.COM - Otoritas berwenang Pakistan meminta warga muslim untuk membeli hewan kurban secara daring / online sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.
Pemerintah sedikit melonggarkan aturan tersebut dengan meminta warga setidaknya memakai masker saat berkunjung ke pasar hewan.
Ketentuan ini hadir saat negara berpenduduk mayoritas Islam tengah mempersiapkan perayaan Idul Adha.
Diketahui negara bergambar bintang dan bulan sabit ini sedang melakukan pembatasan sosial di tengah pandemi.
Kebijakan ini oleh sebagian kalangan dinilai menyebabkan turunnya angka kunjungan ke pasar, yang biasanya ramai.
Sebagai contoh, kesibukan Pasar Ternak di Karachi, kota terbesar di Pakistan terlihat menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca: Aqiqah atau Berkurban Idul Adha 2020 Dahulu? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Kondisi di pasar ini cukup sepi pada hari Minggu (26/7/2020), di mana perayaan Idul Adha tinggal enam hari lagi.
Seorang pedagang hewan kurban lokal, Ditta, mengaku menempuh perjalanan ratusan mil untuk menjual stok ternaknya.
Kepada Reuters, Selasa (28/7/2020), ia mengatakan punya pelanggan hampir separuh pasar.
Sebagian besar pengunjung pasar diketahui sempat meremehkan protokol kesehatan pemakaian masker.
"Saya tak paham mengenai Virus Corona ini. Belum lihat tuh ada yang sekarang karenanya," kata Muhammad Akram, seorang pedagang ternak.
"Lihatlah sekelilingmu, ga ada yang pakai masker," selorohnya.
Sebagai informasi, Pakistan adalah satu dari sekian negara muslim yang dikenal ramai di sejumlah pusat kotanya.
Negara ini melaporkan setidaknya terdapat 270.000 kasus Covid-19 dengan total 6000 orang meninggal dunia.
"Dalam empat minggu terakhir, terjadi pelambatan angka penyebaran, tercatat menurun 80% dari angka kematian," kata Menteri Kesehatan Negara, Zafar Mirza, Minggu (26/7), tiga minggu setelah ia sendiri dinyatakan positif Covid-19.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)