Dikenal sebagai Sekutu Dekat, PM Inggris Boris Johnson Justru Ingin Trump Kalah dalam Pilpres AS

Media Inggris sebut PM Boris Johnson dan pejabatnya ingin Donald Trump kalah dalam Pilpres Amerika Serikat (AS)


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-dan-perdana-menteri-inggris-boris-johnson.jpg
SAUL LOEB / AFP
File ini foto diambil pada 24 September 2019 Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengadakan pertemuan di Markas Besar PBB di New York, di sela-sela Majelis Umum PBB. Dikenal bersahabat baik, Boris Johnson justru berharap Trump tidak memenangkan pemilu di AS.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Media Inggris The Sunday Times melaporkan Perdana Menteri Boris Johnson dan pejabat lain secara pribadi ingin Donald Trump kalah dalam pemilu AS.

Mereka lebih menginginkan politisi Demokrat, Joe Biden, yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, seperti diberitakan CGTN, Senin (27/7/2020).

Padahal PM Boris Johnson dikenal sebagai satu di antara sekutu terdekat Trump.

Namun seorang penasihat pemerintah mengatakan kepada Times, Johnson tengah berusaha menjauhkan diri dari Donald Trump.

Tak terlalu rumit untuk menjelaskannya.

Johnson baru-baru ini terlibat ketegangan dengan Trump terkait persoalan Huawei.

Baca: Perusakan Patung Winston Churchill di London, PM Inggris Boris Johnson: Tak Masuk Akal dan Memalukan

ILUSTRASI - Boris Johnson dan penasihat utamanya, Dominic Cummings (kiri).
ILUSTRASI - Boris Johnson dan penasihat utamanya, Dominic Cummings (kiri). (AFP)

Keputusan PM Inggris untuk mengakhiri hubungan dengan Huawei disebut lebih karena tekanan dari Trump.

Seperti diberitakan sebeumnya, Trump membanting telepon Johnson ketika ia masih sudi mendukung Huawei mengembangkan jaringan 5G di Inggris.

Selain itu, Downing Street tengah berusaha untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS.

Apa lagi mengingat tenggat waktu Brexit semakin dekat.

Sayangnya negosiasi bilateral dari kedua belah pihak tak berjalan mulus.

Negosiator perdagangan Liz Truss diyakini tengah bersiap untuk melemahkan standar keamanan untuk ekspor AS.

Akibatnya, pemerintahan Boris Johnson mendapatkan tekanan yang kian meningkat.

Ia dilaporkan telah melupakan rencananya untuk mencapai kesepakatan dengan AS pada akhir tahun, atau setidaknya dengan pemerintahan Trump.

ILUSTRASI - WASHINGTON, DC - 23 JULI: Presiden AS Donald Trump melempar bola ke Lapangan Selatan Gedung Putih pada 23 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump dan mantan pitcher Hall of Fame Yankees New York Mariano Rivera bertemu dengan pemain baseball muda untuk merayakan Hari Pembukaan Baseball Liga Utama. Drew Angerer / Getty Images / AFP
ILUSTRASI - WASHINGTON, DC - 23 JULI: Presiden AS Donald Trump melempar bola ke Lapangan Selatan Gedung Putih pada 23 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump dan mantan pitcher Hall of Fame Yankees New York Mariano Rivera bertemu dengan pemain baseball muda untuk merayakan Hari Pembukaan Baseball Liga Utama. Drew Angerer / Getty Images / AFP (Drew Angerer / Getty Images / AFP)

Baca: Pegawai Gedung Putih Dikonfirmasi Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump Masih Aman

Menurut Financial Times, Truss diberitahu untuk mengecilkan prospek kesepakatan dalam perjalanannya baru-baru ini ke Washington.

"Itu akan membuat segalanya lebih mudah jika Trump tidak memenangkan pemilihan ulang," lapor Sunday Times mengutip seorang menteri di pemerintahan Johnson. Ini juga menunjukkan bahwa banyak orang lain di pemerintahan yang berpikiran sama secara pribadi.

Boris Johnson memang belum tentu berhubungan baik dengan Joe Biden yang pernah menyebut dirinya sebagai 'klon' Donald Trump.

Namun pemerintah Inggris meyakini kemenangan Demokrat akan membantu mereka mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dengan AS, soal perdagangan.

Joe Biden dan istrinya Dr Jill Biden dalam pidato kampanyenya di Philadelphia, Amerika Serikat
Joe Biden dan istrinya Dr Jill Biden dalam pidato kampanyenya di Philadelphia, Amerika Serikat (MARK MAKELA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Baca: Jelang Pilpres Amerika Serikat: Boros Uang demi Kampanye, Donald Trump Tak Mampu Kalahkan Joe Biden

Setelah terpilih, Biden kemungkinan akan membawa AS kembali menjadi penandatangan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Sebelumnya, perjanjian itu didukung oleh Presiden Barack Obama tetapi ditinggalkan Donald Trump.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved