Kim Jong Un Berniat Hukum Berat Rakyat Korea Utara yang Ketagihan Nonton Film dan Drama Korea

Korea Utara berencana menghukum berat warganya akibat menirukan budaya-budaya dari negara tetangga, Korea Selatan.


zoom-inlihat foto
kim-jong-un-senyum-manis.jpg
AFP PHOTO/KCNA VIA KNS
Foto Kim Jong Un tersenyum ini dipotret pada (7/6/2020) dan dirilis oleh media ofisial Korea Utara Korean Central News Agency (KCNA) pada (8/6/2020). Dalam foto Kim Jong Un sedang menghadiri dan memimpin pertemuan atau rapat Politbiro ke-13 Partai Buruh di lokasi yang tidak disebutkan di Korea Utara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Budaya Korea Selatan memang sedang merajai dunia saat ini.

Berbagai macam bentuk gempuran kebudayaan Korea Selatan sangat digandrungi, terutama oleh muda-mudi masa kini.

Mulai dari penyanyi, grup musik atau biasa disebut K-Pop hingga ratusan karya film drama Korea atau Drakor sangat lumrah menjadi tontonan banyak orang  saat ini.

Demam kebudayaan Korea Selatan ternyata juga menyerang negara serumpun mereka, Korea Utara.

Kini disebutkan, makin banyak masyarakat Korea Utara yang menyukai tontontan Drama Korea (Drakor).

Hal itu bahkan sampai merembet ke pola interaksi di masyarakat Korea Utara.

Atas "invasi" budaya dari negara tetangga yang begitu masif, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan siap memberi hukuman berat, karena rakyatnya mulai banyak berbicara dan berlagak seperti orang-orang Korea Selatan.

Baca: Buka Suara, Korea Utara Dukung Tiongkok, Salahkan AS Soal Ketegangan di Laut China Selatan

Baca: Spoiler Drama Korea Its Okay to Not Be Okay Episode 11: Konflik Moon Young dan Kang Tae Dimulai?

Baca: Selain Korea Utara, 11 Negara Ini Masih Aman dari Covid-19: Belum Ada Laporan Kasus Positif

Fenomena masuknya budaya Korsel ke Korut itu diungkap oleh sebuah laporan yang dilansir oleh New York Post pada Sabtu (25/7/2020).

Konon, warga Korut dihukum karena menirukan kata-kata atau ungkapan yang terkenal di "Negeri Ginseng" alias Korea Selatan.

Tazza: The Hidden Card (2014) merupakan film asal Korea Selatan yang disutradarai oleh Kang Heyong Cheol.
Tazza: The Hidden Card (2014) merupakan film asal Korea Selatan yang disutradarai oleh Kang Heyong Cheol. (Asianwiki.com)

Pemberitaan itu diunggah oleh Express yang mengutip sebuah laporan dari Radio Free Asia.

Video-video yang ditampilkan menunjukkan orang-orang ditangkap dan diinterogasi karena berbicara atau menulis dalam "gaya Korea Selatan".

Salah satu orang dalam kemudian mengatakan kepada Radio Free Asia, "Belasan pria dan wanita dicukur rambutnya dan mereka dibelenggu ketika para penyelidik menginterogasinya."

"Menurut suara orang di video itu, 70 persen penduduk di seluruh negeri (Korut) menonton film dan drama Korea (drakor)," ucap seorang penduduk di provinsi Hamgyong Utara kepada RFA.

Ia juga menambahkan, video itu telah ditayangkan di semua lembaga Korut pada awal Juli.

Suara di video kemudian melanjutkan, "Budaya nasional kita sedang memudar."

Orang dalam tadi juga mengatakan ke RFA bahwa "pihak berwenang akan memanfaatkan berbagai teknik, termasuk hukuman yang lebih berat, bersama dengan proyek-proyek pendidikan ideologis, untuk mencegah penyusupan budaya dari Korea Selatan."

Hukuman tak memakai masker

Warga Korea Utara dilaporkan terancam menghadapi kerja paksa selama tiga bulan jika mereka ketahuan tak mengenakan masker.

Korut menerapkan peraturan kesehatan yang sangat ketat untuk mencegah menyebarnya pandemi Covid-19 di negara tersebut.

Diketahui, Korea Utara baru mengindikasikan satu laporan didiga Covid-19 pada Minggu (26/7/2020).

Seperti layaknya negara lain di dunia, Korea Utara juga menerapkan pemakaian masker ketika berada di tempat umum untuk mencegah virus corona.

Bedanya seperti diberitakan Daily Star Rabu (22/7/2020), Pyongyang menambahkannya dengan hukuman keras bagi siapa pun yang melanggar.

Baca: Meski Korea Utara juga Punya Senjata Nuklir, Jepang Nilai Ancaman Militer Tiongkok Lebih Berbahaya

Baca: Pihak Korea Utara Bongkar Kebiasaan Buruk Korea Selatan: Berhenti Ikut Campur Urusan Nuklir!

Baca: Merasa Hanya Jadi Alat Politik AS, Korea Utara Tolak Dialog dengan Donald Trump: Tidak Ada Negosiasi

Sejumlah mahasiswa akan direkrut untuk melaksanakan "patroli masker", di mana mereka akan mengawasi warga yang tak menutupi mulut dan hidungnya dengan benar.

Setiap orang yang melanggar protokol dengan ketahuan tak mengenakannya bakal dijatuhi hukuman kerja paksa selama tiga bulan.

Sumber internal negara komunis itu kepada Radio Free Asia mengungkapkan, mereka sudah memberlakukan aturan itu sejak 16 Juli lalu.

Tim pengawas itu tidak hanya diatur di ibu kota. Tetapi juga di setiap provinsi dengan mendapatkan bantuan dari penegak hukum.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. (AFP)

"Mahasiswa maupun pelajar sekolah nantinya akan mendapatkan mandat guna melakukan penindakan terhadap masyarakat yang tak taat aturan," ujar sumber tersebut.

Pejabat anonim itu menerangkan, setiap orang yang tidak mematuhi peraturan bakal mendapat hukuman.

Tak peduli apakah mereka orang terpandang.

Mereka akan dibawa ke kamp kerja paksa, yang diketahui merupakan hukuman yang umum di negara tetangga Korea Selatan tersebut karena kejahatan yang bermacam-macam.

Mereka yang dimasukkan ke dalam fasilitas tersebut biasanya melontarkan kritikan kepada Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un, atau berusaha membelot.

Menurut keterangan para penyintas, mereka yang sudah masuk ke sana akan dipenjara bertahun-tahun, disiksa, atau dibiarkan kelaparan.

Korea Utara sejauh ini belum melaporkan kasus resmi Covid-19.

Namun melakukan serangkaian kebijakan ketat untuk mencegah penyebarannya.

Di antaranya adalah mewajibkan para pekerja di perbatasan untuk dikarantina, melarang adanya pertemuan dalam besar, serta memakai masker.

Laporan Radio Free Asia pada April menyatakan, pejabat setempat sempat mengakui bahwa mereka sudah menderita korban sejak Maret lalu.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul 70 Persen Rakyat Korut Ketahuan Nonton Drakor, Begini Hukuman dari Kim Jong Un.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved