Selain Sabotase Data Covid-19, Amerika Serikat Menduga Ilmuwan China Bekerja untuk Militer Negaranya

Setelah tuduhan meretas dan mengancam kekayaan intelektual negara, kini Amerika Serikat menuding ilmuwan China datang untuk kepentingan militer.


zoom-inlihat foto
cinese-ilmuwan.jpg
Youtube/WGBH News
Ilustrasi ilmuwan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan diplomatik antara dua negara adidaya, Amerika Serikat (AS) dan China semakin memburuk.

Saling menuduh terkait dalang pandemi Covid-19 dan perang ekonomi-dagang membuat hubungan dua negara tersebut selalu panas sepanjang tahun 2020 ini.

Memburuknya relasi antara Amerika Serikat dan China kini semakin kentara.

Amerika Serikat menduga China telah mengirim mata-mata terkait urusan militer ke negara tersebut, melalui pengiriman ilmuwan ke negeri paman Sam.

Seorang ilmuwan asal China yang dicurigai melakukan kecurangan visa dan merahasiakan hubungannya dengan militer telah kabur ke konsulat China di San Francisco, kata pejabat Amerika Serikat.

Jaksa penuntut menuding kasus itu adalah bagian dari program China mengirim ilmuwan dari militernya secara diam-diam ke AS.

Baca: AS Tuding China Jadi Mata-Mata dan Curi Kekayaan Intelektual, Minta Tutup Konsulat di Houston

Baca: Jelang Pilpres Amerika Serikat: Boros Uang demi Kampanye, Donald Trump Tak Mampu Kalahkan Joe Biden

Pada Rabu (22/7/2020), pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan penutupan konsulat China di Houston dan mengatakan mereka terlibat kasus pencurian properti intelektual.

China mengecam perlakuan terhadap ilmuwan-ilmuwan dan konsulatnya di AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menuding pemerintah Trump memakai alasan-alasan tersebut untuk membatasi, melecehkan, atau menindas ilmuwan China di AS.

Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat dan China.
Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat dan China. (Kompas.com)

Menyusul kisruh penutupan konsulat China di Houston, Trump mengancam akan menutup lebih banyak kantor konsulat China.

Dalam beberapa bulan terakhir, ia kerap bentrok dengan Beijing soal perdagangan, pandemi virus corona, dan pengesahan undang-undang keamanan nasional baru yang kontroversial bagi Hong Kong.

Menurut dokumen yang diserahkan oleh jaksa penuntut di sebuah pengadilan federal di San Francisco mengatakan tersangka bernama Juan Tang adalah seorang periset biologi di University of California, Davis.

Menurut dokumen tersebut, dalam wawancara dengan agen FBI bulan lalu, Tang mengatakan ia belum pernah bekerja untuk militer China.

Namun, kata dokumen, sebuah investigasi sumber terbuka atau open source menemukan foto-fotonya mengenakan seragam tentara.

Penggeledahan di rumahnya mendapati bukti lainnya yang menunjukkan afiliasinya dengan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA.

"Menyusul penggeledahan dan wawancara Tang pada 20 Juni 2020, Tang pergi ke konsulat China di San Francisco, di mana ia selanjutnya menetap, menurut penilaian FBI," tulis dokumen pengadilan tersebut, yang pertama dilaporkan oleh situs berita Axios.

Baca: Pegawai Gedung Putih Dikonfirmasi Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump Masih Aman

Baca: Jelang Pilpres dan Demi Perbaiki Citra Politik, Donald Trump Kini Wajibkan Masker untuk Warga AS

Dokumen itu mengatakan: "Seperti yang ditunjukkan oleh kasus Tang, konsulat China di San Francisco menyediakan potensi rumah aman bagi tentara PLA guna menghindari prosekusi di Amerika Serikat."

Jaksa penuntut mengatakan ini bukanlah satu-satunya kasus, melainkan "bagian dari sebuah program yang dilaksanakan oleh PLA" untuk mengirim ilmuwan-ilmuwan militer ke AS di balik kepura-puraan.

Dokumen itu juga menyebutkan kasus-kasus lainnya, di mana dua periset baru-baru ini ditahan di California lantaran berbohong soal tudingan hubungan mereka dengan militer China.

Tuduhan sabotase untuk China

Sebelumnya, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mendakwa dua warga negara China karena meretas kontraktor pertahanan, peneliti virus corona baru, dan perusahaan lain di seluruh dunia.

Dalam gugatan pengadilan pada Selasa (21/7/2020), otoritas AS mengatakan dua warga negara China yakni Li Xiaoyu dan Dong Jiazhi, berpartisipasi dalam kampanye cyberespionage multiyear yang mencuri desain senjata, informasi obat, kode sumber perangkat lunak, dan banyak lagi.

Mengutip pemberitaan Reuters, surat dakwaan tersebut menuduh, dua peretas asal China itu beroperasi sejak 2014 hingga 2020, dan yang terbaru mencoba mencuri penelitian kanker.

Baca: AS Tuding China Jadi Mata-Mata dan Curi Kekayaan Intelektual, Minta Tutup Konsulat di Houston

Baca: Terapkan Kerja Paksa Terhadap Muslim Uighur, 11 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat

Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menjawab pertanyaan dari Reuters.

Dakwaan itu tidak menyebutkan nama perusahaan tertentu, tetapi mengatakan Li dan Dong mencuri terabyte data dari komputer di seluruh dunia, termasuk AS, Inggris, Jerman, Australia dan Belgia.

Orang-orang berkerumun di area depan Konsulat China di Houston, Amerika Serikat.
Orang-orang berkerumun di area depan Konsulat China di Houston, Amerika Serikat. (AFP)

Dokumen tersebut menuduh Li dan Dong bertindak sebagai kontraktor untuk Kementerian Keamanan China atau MSS, agen yang sebanding dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA). 

MSS, kata jaksa penuntut, memberikan informasi kepada para peretas ke dalam kerentanan perangkat lunak penting untuk menembus target dan mengumpulkan informasi intelijen. Di antara mereka yang menjadi sasaran adalah demonstran Hong Kong, kantor Dalai Lama, dan seorang Kristen non-profit China.

Asisten Jaksa Agung Keamanan Nasional John Demers mengatakan dalam konferensi pers virtual, para peretas kadang-kadang bekerja dengan akun mereka sendiri. Termasuk, sebuah kasus di mana Li diduga mencoba memeras US$ 15.000 dalam cryptocurrency dari seorang korban.

Melansir Reuters, Demers menyatakan, China telah bergabung dengan "klub memalukan bangsa-bangsa yang menyediakan tempat yang aman bagi penjahat siber", dengan imbalan layanan mereka mencuri kekayaan intelektual.

 

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini sebagian sudah tayang di Kompas.com dengan judul Dicurigai Punya Hubungan dengan Militer, Ilmuwan China Kabur ke Konsulat San Francisco.





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved