Artinya, apabila diakumulasikan dengan korban tiga tersangka yang ditangkap sebelumnya, jumlah korban mencapai 800 orang.
Korbannya juga tersebar di seluruh Indonesia.
Kapolres mengungkapkan, ditambahkan AKBP Rudy, korelasi antara tiga tersangka dengan AD dan TA lain adalah dua nama terakhir dapat setoran hasil aksi tipu-tipu di Kebumen.
Tersangka AD, ucap Kapolres, biasa dipanggil "Yang Mulia" oleh komplotannya.
Secara pembagian duit hasil tipu-tipu, ia juga dapat jatah paling besar.
Dari Rp 150 juta yang disetor korban, AD dapat jatah Rp 94 juta.
"Tersangka ditangkap di dua tempat berbeda.
Selain di Kebumen, tersangka terindikasi melakukan aksi penipuan di daerah lain seperti Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim.
Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, NTT, NTB, Sumut, Sumsel, Jambi, Bengkulu dan beberapa wilayah lain di Indonesia.
Hal itu, ucap Kapolres, terungkap dari dokumen rekap perekrutan yang ditemukan polisi dari tersangka.
Tersangka punya trik khusus meyakinkan korbannya.
Bahkan ada yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN), lengkap dengan lencana.
Mereka juga menggunakan atribut pers televisi nasional swasta, hingga KPK.
Untuk lebih meyakinkan lagi, tersangka memasang foto bersama pejabat tinggi negara.
Di rumah tersangka AS, polisi menyita sejumlah foto bersama dengan pejabat dan petinggi negara yang diduga untuk mengelabui korbannya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUH Pidana dan/atau 372 KUH Pidana Jo Pasal 55 KUH Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara.
Baca: Jadi Korban Penipuan, Wanita ini Beli iPhone 11, Namun yang Datang Malah Kartu Remi
Baca: Lakukan Aksi Penipuan Pembatalan Tiket Pesawat, Seorang Wanita Kantongi Rp 6 Miliar
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken Aninsi/Ahmad Nur Rosikin)
Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Mahasiswi Cantik Ditawari Jadi Tenaga Harian Pemkot Tangerang, Bayar Rp 24 Juta.