TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warganet menuduh Google Maps menghilangkan nama Palestina dari petanya.
Namun, Ini bukan pertama kalinya Google Maps dituding menghapus nama Palestina.
Google Maps pernah tersandung kasus yang sama pada tahun 2016, saat layanan peta itu dikritik oleh sebuah kelompok jurnalis yang berbasis di Gaza.
Menurut mereka, nama Palestina dihapus sepenuhnya dari Google Maps dan memantik kemarahan besar para pembaca.
Belasan media Timur Tengah kemudian memberitakannya, lalu puluhan ribu orang membahasnya di Twitter.
"Forum Jurnalis Palestina mengecam kejahatan yang dilakukan oleh Google dalam menghapus nama Palestina, dan menyerukan agar Google membatalkan keputusannya serta meminta maaf kepada orang-orang Palestina." Demikian bunyi pernyataan dari Forum Jurnalis Palestina pada 3 Agustus 2016, yang dikutip oleh The Washington Post.
"... Cara ini dirancang untuk memalsukan sejarah, geografi, dan juga hak rakyat Palestina untuk tanah air mereka, dan (adalah) upaya yang gagal untuk merusak ingatan orang-orang Palestina dan Arab serta dunia," katanya.
Namun, Washington Post memberitakan lebih lanjut bahwa Google Maps tidak menghapus nama Palestina pada 25 Juli seperti yang diklaim Forum Jurnalis.
Baca: Warganet Tuding Google Sengaja Hilangkan Peta Wilayah Palestina, Mengapa?
Baca: Cucu Nelson Mandela Puji Langkah Turki Dukung Perjuangan Palestina
Tampilan peta secara default adalah wilayah yang dibatasi tapi tidak berlabel, yang membentang dari Hebron di selatan ke Jenin di utara, dan dari Yerusalem ke perbatasan Yordania.
Lalu jika diklik salah satu kota di wilayah itu, Google akan menandainya sebagai Palestina, dan Knowledge Box dari Wikipedia akan muncul, menggambarkan Palestina sebagai "negara berdaulat de jure".
Istilah itu mulai berlaku sejak tahun 2013 ketika Google mengikuti langkah PBB, untuk mengubah nama ke "Palestina" dari "wilayah Palestina".
Akibat sengketa ini, beberapa warga Palestina beralih memakai Microsoft Bing Maps karena ada nama Palestina sebagai tempat tersendiri.
Sementara itu Apple Maps tidak memberi label wilayah atau membedakannya dari Israel.
Palestina dan Israel bukan satu-satunya sengketa yang terjadi di peta Google.
Sebelumnya Taiwan juga sempat ditulis sebagai negara merdeka pada Knowledge Box Wikipedia, lalu Crimea yang juga diklaim Rusia dan Ukraina dipetakan secara berbeda tergantung dari negara mana pencariannya.
Yerusalem yang diklaim Palestina dan Israel pun sempat hanya ditulis Ibu Kota Israel saja.
Google Maps dikecam oleh warganet
Unggahan dari seorang warganet di media sosial Twitter menjadi sorotan saat ia menuduh Google menghapus peta wilayah Palestina.
Unggahan tersebut pun menjadi viral dan banyak warganet yang mempertanyakan menghapusan nama Palestina dalam peta digital Google.
Diketahui, saat seseorang menjadi peta wilayah Palestina, otomatis peta akan mengarahkan ke wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza yang berada di samping Israel.