Sampai saat ini juga hanya ada beberapa negara yang setuju bekerja sama dalam proses pengujian itu.
"Kita sedang menghubungi Rusia, Brasil, Chile, dan Arab Saudi (untuk fase uji coba ketiga) dan masih dalam pembicaraan," kata Quu Dongxu, direktur eksekutif dan salah satu pendiri CanSino, dalam konferensi di Suzhou, China bagian timur, dikutip dari Reuters.
Dia mengatakan fase uji coba ketiga kemungkinan besar akan segera dimulai.
Baca: Virus Corona Bisa Bertahan 8 Jam di Udara, Masyarakat Diimbau Tak Berbicara Terlalu Keras
Untuk proses itu, CanSino akan merekrut 40.000 peserta yang bakal dites.
Calon vaksin buatan CanSino, Ad5-nCov, menjadi vaksin pertama di China yang diuji coba ke manusia, yakni pada Maret lalu.
Namun, Ad5-nCov tertinggal dari calon vaksin buatan perusahaan lainnya dalam hal perkembangan.
Dua vaksin percobaan yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan Sinopharm telah mengantongi izin untuk dilakukan uji coba fase ketiga.
Baca: Virus Corona Bisa Menular di Ruangan AC, Bioskop Disarankan Tak Dibuka Kembali pada 29 Juli 2020
Sementara itu, pada fase uji coba kedua, Qiu mengatakan melibatkan 508 orang.
Hasilnya uji coba fase kedua jauh lebih baik daripada fase pertama dalam hal keamanan vaksin dan kemampuannya merangsang kekebalan.
Namun, dia belum memperlihatkan bukti spesifik.
Qiu mengatakan bahwa pabrik barunya, yang masih dibangun, mampu memproduksi 100-200 juta dosis vaksin corona per tahun mulai 2021.
(TribunnewsWiki/Tyo)