Polisi Akui Ada Kendala di Penyelidikan Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo, 23 Saksi Diperiksa

"Sudah 23 saksi diperiksa. (Mereka) orang-orang terdekat korban, pegawai kantor, pacar dan pemilik warung kita lakukan pemeriksaan".


zoom-inlihat foto
editor-metrotv-yodi-prabowo-3.jpg
Kolase Tribun Bogor/istimewa
Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus penyelidikan kasus kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo mengalami kendala.

Jasad Yodi Prabowo ditemukan di pinggir Tol JORR Pesanggrahan Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020) lalu.

Hal inilah yang membuat penyelidikan menjadi sedikit sulit.

"Kendalanya karena sudah membusuk ya sudah 3 hari di TKP.

Ini makanya kita pelan-pelan lagi dalami sama penyidik," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Yusri mengatakan, polisi juga telah mengantongi beberapa rekaman CCTV beberapa tempat yang tidak jauh dari lokasi ditemukan korban.

Namun, salah satu rekaman CCTV tersebut tidak terlihat jelas untuk menggambarkan tentang peristiwa sebelum pembunuhan korban terjadi.

"Kalau CCTV memang kita sudah buka satu agak gelap. maka kami harus meminta bantuan tim ahli dari kepolisian nanti membuat terang CCTV itu," kata Yusri.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 23 orang saksi kematian korban.

Sejumlah saksi tersebut di antaranya rekan kerja, kekasih hingga sejumlah orang yang ada di lokasi kejadian.

"Sudah 23 saksi diperiksa. (Mereka) orang-orang terdekat korban, pegawai kantor, pacar dan pemilik warung kita lakukan pemeriksaan," katanya.

Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020).
Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020). (Kolase Tribun Bogor/istimewa)

Gelar Perkara Kematian Yodi Prabowo

Pihak kepolisian lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dengan dugaan kasus pembunuhan Editor Metro TV pada Sabtu (11/7/2020).

Saat gelar perkara tersebut, polisi juga mengerahkan anjing pelacak.

Tidak hanya itu, penyelidikan juga menggunakan sebilah pisau yang sebelumnya telah ditemukan di tempat penemuan jenazah Yodi Prabowo.

Pisau itu juga yang diendus anjing pelacak guna menemukan jejak pelaku.

Baca: Babak Baru Kasus Kematian Editor Metro TV, Benarkah Ada Motif Asmara Cinta Segitiga?

Setelah dua kali pelacakan, anjing tersebut berhenti di sebuah warung kopi di dekat Danau Kapalio di Jalan Batako, Ulujami.

Warung tersebut diketahui milik seorang laki-laki bernama Amir (41).

Dari penurutan Amir, ia tidak pernah melihat Yodi Prabowo di warungnya.

Sebab, warung kopinya tutup sejak pukul 18.00 WIB.

Sementara, peristiwa dugaan pembunuhan Yodi Prabowo terjadi pada Rabu (8/7/2020) dini hari.

Baca: Sambil Menangis, Sang Ibu Ceritakan Kejanggalan Perilaku Editor Metro TV Sebelum Dinyatakan Hilang

Baca: Polisi Bentuk Tim Khusus untuk Usut Kasus Dugaan Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo

"Nggak pernah lihat saya ada orang Metro TV duduk atau beli apa pun di sini," kata Amir di warungnya, Minggu (12/7/2020).

Namun, ia sempat melihat dua orang remaja sedang nongkrong di depan warungnya pada Selasa malam lalu.

Amir mengatakan dua remaja tersebut merupakan warga setempat.

"Ya mereka anak-anak muda yang tinggalnya di sekitar sini juga. Kadang-kadang bawa temannya," ujar dia.

Ia menuturkan keberadaan kedua remaja itu di warungnya tidak berlangsung lama.

Pasalnya, saat waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB, ia langsung meminta dua remaja itu untuk pulang.

"Namanya lagi PSBB gini kan nggak boleh ada kerumunan."

"Kebetulan saya juga Satgas di sini, kalau ada orang ngumpul-ngumpul ya saya usir," tutur Amir.

Dua remaja tersebut, terang Amir, berinisial E dan R alias D. Kabarnya, mereka juga telah diperiksa polisi.

"Sudah diperiksa kayaknya kemarin, diinterogasi. Kemarin saya diminta beritahu rumahnya," ucap Amir.

Hingga hari ini, Minggu (12/7/2020), polisi telah memeriksa 20 orang saksi.

Baca: Motor Terparkir di Warung Bensin, Saat Ditemukan Mayat Editor Metro TV Sudah Tertutup Daun Pisang

Baca: Jasad Editor Metro TV di Pinggir Tol JORR Ditemukan oleh Anak yang Sedang Bermain Layangan

Baca: Menghilang Tiga Hari, Editor Metro TV Ditemukan Tewas Tak Bernyawa di Pinggir Jalan Tol JORR

"Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sudah 20 saksi yang kita mintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi.

Yusri menjelaskan, proses penyelidikan polisi terus mengalami perkembangan.

"Pelaku belum ditangkap, tapi sejauh ini ada progres lah. Itu teknis penyelidikan," ujar dia.

Sebelumnya, seorang Editor Metro TV bernama Yodi Prabowo ditemukan tewas tergeletak di pinggir tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020).

Jenazah Yodi mulanya ditemukan oleh tiga orang anak yang sedang bermain layangan.

Saat ditemukan, mayat Yodi sudah tertutup oleh daun pisang.

Pihak kepolisian pun langsung menindaklanjuti kejadian tersebut dan segera melakukan penyelidikan.

Dari hasil autopsi, ditemukan dua luka tusukan di dada kiri dan leher korban.

Selain itu, polisi juga menemukan luka lebam yang diduga akibat benda tumpul di bahu Yodi Prabowo.

Kematian Editor Metro TV tersebut diduga dibunuh karena barang-barang berharga milik korban masih utuh.

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi/Restu)(Kompas.com, TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan Kasus Tewasnya Editor Metro TV " dan di Tribunjakarta.com dengan judul Dihampiri Anjing Pelacak saat Olah TKP Kematian Editor Metro TV, Pemilik Warung Ungkap Kesaksian





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved