TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ibunda Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang diduga dibunuh mengungkapkan kejanggalan sikap sang anak sebelum dinyatakan hilang.
Turinah, ibu Yodi mengatakan jika Yodi bersikap tidak seperti biasanya.
Beberapa hari diketahui Yodi mengambil cuti libur.
Ketika di rumah, Turinah mengamati Yodi yang terlihat murung.
Meskipun dikenal senagai sosok yang tertutup, kata Turimah, Yodi tidak perlah berperilaku janggal seperti beberapa hari terakhir.
“Dia sih kan tipikal yang jarang ngomong, agak tertutup gitu,"
"Saya cuman lihat gelagatnya saja yang saya pikur janggal, nggak kaya biasanya,"
"Sering murung, terus makan juga nggak selera, saya amat-amatin,” kata Turina seperti dilansir dari Tayangan Sapa Indonesia Malam KompasTV, Sabtu (11/7/2020).
Selain itu, Yodi selalu mengikuti sang ibunya saat berada di rumah.
“Dah gitu kalau saya pergi ke mana gitu, maksudnya ngerjain kerjaan di dapur atau di mana, dia (Yodi) selalu mengikuti terus,” lanjutnya.
Baca: Begini Kronologi Jurnalis Metro TV yang Dilaporkan Hilang 3 Hari Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
Baca: Polisi Bentuk Tim Khusus untuk Usut Kasus Dugaan Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo
Turinah yang melihat kejanggalan perilaku sang putra hendak menanyainya.
Yodi diketahui cuti sejak hari Jumat sampai dengan Senin (3/6/7/2020) sebelum akhirnya kembali bekerja pada selasa Sore.
“Saya pikir dia masih cuti. Makanya melihat gelagatnya seperti itu saya berpikir ‘ni nanti malam harus saya tanya’, niatnya begitu malam Rabunya, ternyata Selasa sore dia berangkat,” kata ibunda mendiang Yodi tersebut
Akan tetapi, rencananya tersebut hanya tinggal rencana.
Sebab pada hari Rabu Yodi tak kunjung pulang.
Rasa sesal tak bisa terbendung membuat Turinah menitikan air mata.
“Saya mengira masih cuti, makanya saya bertanya pela-pelan, nanti malam saja.
Karna kalau siang pun kondisi rumah selalu ramai, jadi saya mencari waktu yang tepat.
Istilahnya waktu curhat sama anak saya, nanyain apa yang lagi dia rasakan.
Makanya kalau saya tahu dia langsung berangkat kerja mungkuin sorenya saya bisa nanya ke dia,” ungkap Turunah sambil menitikan air mata mengingat kepergiaan mendiang sang anak.