TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai pemimpin proyek lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah.
Keputusan itu menuai banyak komentar dari sejumlah pihak.
Ada yang menilai penunjukan tersebut kurang tepat, karena harusnya proyek tersebut ditangani oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
Sebelumnya, penunjukkan Prabowo menjadi leading sector pengembangan lumbung pangan nasional disampaikan Jokowi setelah meninjau lokasi proyek, Kamis (9/7/2020).
Menurut Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, penunjukkan tersebut didasari atas perspektif pertahanan negara.
"Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah, di mana Kementerian Pertahanan ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai leading sector dilandasi oleh perspektif pertahanan negara," terang Dahnil seperti dilansir Kompas.com.
Dahnil menjelaskan, perspektif tersebut seperti yang diatur dalam Pasal 6 Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertahanan Negara.
Di situ disebutkan 'Pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman'.
Ia menyebut, Kementerian Pertahanan memandang, bahwa ancaman terhadap negara terdiri dari ancaman militer, nirmiliter dan hibrida.
Baca: Prabowo Rapikan Kerah Baju Enzo Zenz Allie, Ini Petuah untuk Sang Taruna Akmil Keturunan Perancis
Baca: Soal Sanksi Bagi Masyarakat yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Jokowi Pikirkan 3 Pilihan Sanksi Ini
Menurut dia, Kementerian Pertahanan dilibatkan merujuk pada apa yang telah disampaikan presiden yakni, bahwa ada potensi ancaman krisis pangan dunia di waktu yang akan datang seiring merebaknya pandemi Covid-19, negara sedang mengantisipasi krisis pangan.
"Maka, perlu dipersiapkan cadangan pangan yang cukup di masa yang akan datang."
"Nah, salah satunya melalui pengembangan food estate di Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Respon DPR
Dilansir Kompas.com, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan menilai penunjukkan Prabowo menjadi pimpinan proyek lumbung pangan nasional adalah tugas khusus untuk menguji kinerja Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
"Mungkin ini tugas khusus yang diberikan sambil menguji kinerja Pak Prabowo."
"Mengingat Pak Parbowo senantiasa berbicara mengenai kedaulatan pangan," kata Daniel.
Kendati demikian, Daniel menilai, tugas tersebut sebaiknya dipimpin oleh Kementan.
Sebab, secara infrastruktur dan birokrasi akan lebih efektif jika dilakukan Kementan yang memang bertugas dalam bidang pangan.
"Tapi kalau sudah diputuskan menjadi tugas Menhan, yah kita dukung dan lihat bagaimana nanti jalannya," terangnya.
Baca: Survei Tunjukkan Elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan Turun, Ganjar Pranowo & Ridwan Kamil Naik
Daniel berharap, kinerja Prabowo dapat berjalan dengan baik, mengingat kekuatan pangan di tengah pandemi Covid-19 sangat penting.