TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiongkok marah besar atas tindakan Angkatan Laut AS yang unjuk gigi di kawasan Laut China Selatan.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan China.
Menurut Kemenhan Kementerian Pertahanan AS mengabaikan fakta-fakta yang benar dan salah.
China juga menuding AS tengah berusaha untuk mengasingkan negara-negara di kawasan itu demi menuai keuntungan yang tidak adil.
"Kami sangat tidak puas dan dengan tegas menentang ini," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Ren Guoqiang dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Kontan dari Global Times.
Pernyataan ini disampaikan setelah Pentagon menuding aksi latihan militer China di perairan dekat Kepulauan Xisha dari 1 Juli hingga 4 Juli merupakan tindakan yang tidak produktif terhadap upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas.
Menuding balik, Ren menyebut justru Amerika yang menyebabkan ketegangan militer di Laut China Selatan.
"AS adalah pendorong militerisasi terbesar di Laut China Selatan, dan menentang upaya dan keinginan perdamaian negara-negara di kawasan itu," kata Ren.
Pasalnya, hanya dua hari setelah menuding latihan China sebagai aksi tidak produktif, AS pada hari Sabtu mengirim dua kapal induk plus empat kapal perang lainnya ke Laut China Selatan untuk latihan skala terbesar di wilayah ini dalam beberapa tahun.
AS Dikabarkan Siap Gempur China
Baca: Trump Tuduh WHO Boneka China, PBB Umumkan Amerika Serikat Keluar dari WHO Mulai 6 Juli 2021
Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah siap seandainya harus mengepung China.
Atau, setidaknya, mereka akan turut memberikan tekanan pada Tiongkok atas tindakannya beberapa waktu ini.
Dua kapal induk AS dilaporkan tengah latihan bersama, seperti diberitakan Kontan dari Japan Times, Minggu (28/6/2020).
Keduanya ialah USS Nimitz dan USS Ronald Reagan Carrier Strike Groups.
Latihan tersebut digelar sehari setelah pemimpin Asia Tenggara menyatakan menentang klaim Bejing atas Laut China Selatan dengan alasan historis.
Padahal, Filipina, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Taiwan, dan Brunei masih memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan itu.
Baca: Setelah Konflik dengan India, China Terjunkan Puluhan Petarung MMA Ke Perbatasan
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Laut AS mengatakan latihan itu digelar untuk meningkatkan komitmen responsif, fleksibel, dan abadi Amerika Serikat untuk perjanjian pertahanan timbal balik dengan sekutu dan mitra di Indo-Pasifik.
“Kami secara agresif mencari setiap peluang untuk memajukan dan memperkuat kemampuan dan kecakapan kami dalam melakukan semua operasi perang domain,” kata Laksamana Muda George Wikoff, komandan Carrier Strike Group 5.
Ia menambahkan, Angkatan Laut AS siap untuk melakukan suatu misi global seandainya dibutuhkan.
“Angkatan Laut AS tetap memiliki misi yang siap dan dikerahkan secara global. Operasi dual carrier menunjukkan komitmen kami terhadap sekutu regional, kemampuan kami untuk secara cepat memerangi kekuatan di Indo-Pasifik, dan kesiapan kami untuk menghadapi semua pihak yang menentang norma-norma internasional yang mendukung stabilitas regional."