Maria Pauline Lumowa Tiba di Indonesia, Yasonna Laoly Akui Proses Hukum Selama Ini Agak Tertutup

"Kita mencoba sebaik mungkin, perjalanannya (proses ekstradiksi) ini memang agak tertutup." ungkap Menkumham Yasonna Laoly, Kamis (9/7/2020).


zoom-inlihat foto
maria-pauline-lumowa-tiba-di-indonesia.jpg
dok. YouTube Kompas TV
Buron tersangka pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa tiba di Bandara Soekarno-Hatta usai diekstradisi dari Serbia, Kamis (9/7/2020).(dok. YouTube Kompas TV)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tersangka pembobolan Bank Negara Indonesia (BNI), Maria Pauline Lumowa, telah tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020).

Maria sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 10.40 WIB.

Sebelumnya, Maria dijadwalkan mendarat pada pukul 11.00 WIB, namun ia tiba lebih awal.

Dilansir dari Video YouTube Kompas TV, Maria telah melakukan proses pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi Covid-19.

Setelah itu, ia langsung diserahkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkapkan, proses ekstradiksi Maria memang sedikit tertutup.

"Kita mencoba sebaik mungkin, perjalanannya (proses ekstradiksi) ini memang agak tertutup. Beliau (Maria) sudah ditangkap sejak 16 Juni 2020 di Bandara Internasional Nikola Tesla Beograd Serbia berdasarkan red notice dari Interpol," ungkap Menkumham, Kamis (9/7/2020).

Seperti yang telah diberitakan, Maria sudah menjadi buronan sekitar 17 tahun lamanya.

Buron tersangka kasus pembobolan BNI senilai 1,7 triliun itu kemudian diekstradisi dari Serbia.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved