TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dialog antara George Floyd pada para polisi yang menindihnya terkuak di persidangan.
Transkrip detik-detik kematian George Floyd tersebut dirilis pada Rabu, (8/7/2020).
Seperti yang diberitaka oleh Fox News, George Floyd mengatakan hal yang sama sebanyak lebih dari 20 kali.
"Aku tidak bisa bernapas," itulah kaya yang kerap diulang George Floyd pada peristiwa Senin, (25/5/2020) lalu itu.
Namun, kepolisian Minneapolis yang menindihnya justru memberikan respon yang kurang menyenangkan.
"Butuh banyak oksigen untuk bicara," yang menunjukkan bahwa oknum polisi tersebut seolah tak percaya jika George Floyd kehabisan napas.
"Kalian akan membunuhku, bung," respon George Floyd.
"Oleh karena itu, jangan berteriak. Butuh banyak oksigen untuk kamu bisa berbicara," respon Chauvin.
Baca: Krisis Baru Amerika Serikat, Sejumlah Petugas Polisi Mengundurkan Diri Setelah Kematian George Floyd
Baca: Merujuk Kasus George Floyd, Presiden Iran: Kami Patahkan Lutut Amerika yang Ada di Tenggorokan Iran
Transkrip tersebut terekam dalam body camera milik Thomas Lane, yang juga menjadi tersangka dalam peristiwa tersebut.
Lane adalah satu dari tiga petugas kepolisian Minneapolis yang menahan George Floyd saat itu.
Sedangkan pelaku penindih leher George Floyd bernama Derek Chauvin.
Rekaman suara tersebut akhirnya dipublikasikan pasca-pihak Lane inginkan kasus yang melibatkannya dicabut.
Pengacara Lane, Earl Grey mengatakan dalam sebuah memorandum mengatakan bahwa dari bukti rekaman, kliennya tak bersalah.
Gray menambahkan, bahwa sebenarnya Lane telah menyarankan agar George Floyd diserahkan padanya.
Namun saran tersebut ditolah oleh Chauvin yang masih sibuk menahan George Floyd.
Saat itu, dalam rekaman George Floyd juga sempat memohon untuk tidak dimasukkan dalam mobil patroli karena memiliki klaustrofobia.
Untuk mendukung kliennya, Gray juga telah menyerahkan bukti rekaman dari body camera milik Lane.
Namun rekaman tersebut belum dipublikasikan.
"Lane tidak punya dasar untuk percaya bahwa Chauvin salah dalam membuat keputusan itu," tulis Gray.
Disisi lain sebelumnya Gray menyebut George Floyd telah sengaja membenturkan wajahnya ke kaca dan membuat dirinya terluka.
Oleh karena itu para anggota kepolisian yang terlibat mencoba untuk menenangkan George Floyd agar tidak melukai dirinya sendiri.
Padahal pada bukti rekaman, George Floyd nampak kooperatif meskipun beberapa kali sedikit berontak.
Saat ini Chauvin telah didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua dan tiga, dan pembunuhan tak disengaja.
Sedangkan Lane, J. Kueng, dan Tou Thao dituduh membantu dan bersekongkol dalam kasus pembunuhan tingkat dua.
Pada saat kejadian, Lane memegangi kaki George Floyd.
Sementara itu Kueng berada di tengah tubuh George Floyd dan Thao hanya memperhatikan disekitanya.
Keempat petugas yang terlibat dalam kasus pembunuhan George Floyd tersebut kini telah dipecat dari satuan kepolisian.
Baca: Upacara Peringatan George Floyd Digelar di Minneapolis AS, Mengheningkan Cipta 8 Menit 46 Detik
Baca: Pengacara Benjamin Crump: George Floyd Tidak Dibunuh oleh Covid-19, namun Rasisme dan Diskriminasi
Baca: Terima Komplain, Twitter dan Facebook Hapus Video Tim Kampanye Donald Trump tentang George Floyd
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)