Lindungi Istri yang Hamil Besar, Pria di Palembang Kejar-kejaran dengan Pelaku Begal Bersenjata Api

Pasutri di Palembang jadi korban begal, sempat melawan tapi menyerah saat ditodong senjata api.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-begal-11113783.jpg
Tribun Jabar
Ilsutrasi aksi begal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sepasang suami istri menjadi korban begal di Palembang saat melintas di  jalan Lintas Timur Palembang - Indralaya KM 18 Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir, Selasa (7/7/2020) pukul 04.00.

Wahiddudin (34) bersama istrinya yang sedang hamil 7 bulan dicegat oleh enam orang dengan mengendarai tiga motor.

Tujuan korban hendak pulang dari OKI menuju ke rumah di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang.

Menurut korban, setelah tahu diikuti ia berupaya menghindar dengan menancap gas.

Akan tetapi, pelaku terus mengejarnya dan memepetnya agar motor yang dikendarainya bisa berhenti.

"Aku sudah tancap gas, tetapi tetap saja dikejar pelaku. Sempat kejar-kejaran, hingga akhirnya mereka tak bisa menghindar lagi," kata Wahiddudin ketika melapor ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (7/7/2020).

Korban mencoba melawan, akan tetapi salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api rakitan dan sempat menembak ke udara sebanyak dua kali.

Baca: Korban Begal di Bali, Seorang Perempuan Australia Alami Patah Tulang Selangkangan Serius

Sehingga motor yang dikendarai korban sempat menabrak tanah gundukan di pinggir jalan, hingga korban dan istrinya terjatuh.

Korban yang mengetahui istrinya akan jatuh, langsung memeluk sang istri agar tidak langsung terjatuh membentur aspal.

Saat jatuh itulah, para pelaku langsung mendekati dan mengelilingi korban.

"Kami diancam untuk tidak melawan. Kalau melawan bisa ditembak. Jadi kami hanya pasrah saja, karena diancam pakai pistol," katanya.

ilustrasi begal - pasutri menjadi korban begal di Palembang, Sumatera Selatan.
ilustrasi begal - pasutri menjadi korban begal di Palembang, Sumatera Selatan. (MIRROR)

Para pelaku langsung merampas motor yamaha Aerox, dua ponsel, satu laptop dan hardisk milik korban.

Usai merampas barang korban, para pelaku langsung kabur.

Meninggalkan korban dan istrinya di pinggir jalan.

Untuk pulang, korban dan istrinya harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk mencari travel atau bus menuju ke Palembang.

Seusai sampai di Palembang dan berobat karena luka, korban memutuskan untuk melapor ke polisi.

"Alhamdulillah istri aku tidak apa-apa kandungannya, sempat kontraksi sekarang sudah sehat. sempat syok, karena kejadian itu," pungkas korban.

Pamin 3 SPKT Polda Sumsel AKP Aidil Fitrisyah mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban.

"Sudah kamu tindak lanjuti dan juga sudah berkoordinasi dengan Polres Ogan Ilir untuk olah TKP," katanya.

Kakak begal adik sendiri 

MR (16) tega membegal kakak angkatnya sendiri, Khairuddin  (33).

Akibat aksi nekat sang adik, Khairuddin dikabarkan tewas.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Naskah II, Lorong Padi, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat, (5/6/2020).

Bukan karena salah sasaran, rupanya pembegalan dilakukan secara sengaja.

Bahkan, MR-lah yang memberikan saran untuk menjebak sang kakak angkatnya sebagai target aksi begalnya.

Baca: Kapal Yacht Asal Australia Dibegal di Perairan Lampung, Pemiliknya Kelaparan dan Kehilangan Uang

Baca: Jadi Begal Demi Cari Uang untuk Pacar, Pria Ini Malah Ditinggal Kekasih Nikah Sama Orang Lain

Kronologi pembegalan MR menargetkan sang kakak angkat

Ilustrasi pisau pembunuhan
Ilustrasi pisau pembunuhan. MR (16) tega membegal kakak sendiri hingga tewas di Palembang. Uang hasil perbuatannya digunakan untuk membayar utang dan membeli sabu-sabu. (theprint.in)

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, bebeberapa saat sebelum kejadian, seorang teman MR, Rohmadon Irwansyah (25) menghubungi rekannya untuk mencuri motor.

Rohmadon mengatakan pada MR dirinya tengah kebingungan lantaran terlilit utang koperasi setempat sebesar Rp. 800.000.

Mendengar keluhan sang kawan, MR menyarankan keduanya untuk mencuri motor milik sang kakak, Khairuddin.

Hingga akhirnya keduanya sepakat dan menyusun strategi penjebakan.

MR dan Rohmadon kemudian menjebak korban dengan informasi adanya lowongan pekerjaan kepada Khairuddin.

Korban yang lama menganggur tergiur dengan informasi tersebut dan bersedia diajak pelaku untuk menemui orang yang ingin memberinya pekerjaan.

"Lalu kami ajak untuk bertemu dengan orang yang mau kasih dia kerja itu," kata MR, di Polda Sumsel, Kamis (2/7/2020).

Di perjalanan tersebut itulah pelaku melakukan aksinya.

Korban alami luka tusuk sajam dan sempat dilarikan ke rumah sakit namun ditolak

Di tengah jalan, pelaku meminta korban untuk turun dari sepeda motor.

Melihat gelagat yang tak biasa, korban enggan menurut.

Sehingga, dengan 'terpaksa' Rohmadon menikam korban dari belakang hingga rubuh.

"Awalnya korban kami minta untuk turun dari motor, tapi dia tidak mau. Rohmadon langsung menikamnya dari belakang, setelah itu dia jatuh. Dia memang kakak angkat saya," ujar MR.

MR mengaku sempat membawa kakaknya ke rumah sakit, namun ditolak.

Sementara itu Rohmadon langsung melarikan diri.

MR kemudian membawa korban kembali ke rumah, dan meletakkan tubuh korban di depan kediamannya.

"Maksud saya biar dirawat di sana, tapi tidak tahu ditolak rumah sakit. Jadi saya bawa lagi korban ke rumahnya. Saya tinggalkan di depan setelah itu saya tidak tahu lagi," jelas MR.

Keterangan tersebut dibenarkan oleh Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi.

"lalu diantar pulang ke rumah, karena dari rumah sakit menolak. Korban baru diketahui sekarat saat keluarganya keluar. Saat dibawa ke rumah sakit lagi meninggal," ungkap Kompol Suryadi.

Saat ini, diterangkan Kompol Suryadi, kedua pelaku pembegalan telah diamankan kepolisian.

Tersangka terjerat pasal 338 dan 365 KUHP tentang perampokan dan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Uang hasil begal digunakan untuk membeli sabu dan bayar utang

MR mengaku telah berhasil menjual motor sang kakak di kawasan Tangga Buntung, Palembang.

Laku dengan harga Rp 1,5 juta, MR kemudian membagi uangnya dengan Rohmadon sebesar Rp. 500.000.

Sisanya digunakan MR untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.

"Saya pakai uangnya untuk beli sabu, Rp 500.000 saya kasih ke Rohmadon," ungkap MR.

(TRIBUNNEWSWIKI/Niken Aninsi/Magi, Tribunsumsel.com, KOMPAS/Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Wanita Hamil Jadi Korban Begal di Jalan Lintas Palembang - Indralaya, Pelaku Lepas Tembakan 2 Kali.

 




BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved