Jalani Pendampingan, Korban Kekerasan Seksual Malah Dipaksa Berhubungan Badan Oknum Pejabat P2TP2A

Jalani pendampingan, korban kekerasan seksual malah diminta layani nafsu bejat onum pejabat


zoom-inlihat foto
dugaan-cabul.jpg
scmp.com
Ilusrasi - jalani pendampingan, korban kekerasan seksual malah diminta layani nafsu bejat onum pejabat


Jalani pendampingan, korban kekerasan seksual malah diminta layani nafsu bejat onum pejabat

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasib tak baik dialami NF (14) warga Way Jepara, Lamtim.

Ia menjalani pendampingan di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur, setelah sempat menjadi korban kekerasan seksual.

Namun, di sana ia justru kembali mendapatkan pelecehan.

Ia dipaksa melayani nafsu oknum pejabat di P2TP2A.

Didampingi orangtua, ia melaporkanoknum yang diketahui berinisial DA, ke Mapolda Lampung pada Jumat (3/7/2020) malam.

"Kami melaporkan dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum Dinas P2TP2A kabupaten Lampung Timur," ujar Kepala Divisi Ekosop LBH Bandar Lampung, Indra Jarwadi, Sabtu (4/7/2020).

Indra menambahkan, tindakan kekerasan seksual yang dialami bermula sejak korban menjalani program pendampingan dari UPT tersebut.

Baca: Fakta Pegawai Starbucks Lecehkan Pelanggan dan Sebar Video: Pelaku Tengah Incar Korban Jadi Kekasih

Diketahui Nf sebelumnya juga merupakan korban pemerkosaan.

Pelaku pemerkosaan sudah divonis pengadilan setempat dengan jatuh hukuman vonis 13 tahun penjara.

Sementara Nf diajukan ke P2TP2A dalam rangka pemulihan baik secara psikis maupun mental.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved