TRIBUNNEWSWIKI.COM - Permasalahan bullying yang dialami Kwon Mina eks AOA selama 10 tahun masih diperbincangkan.
Bahkan, sebuah video lama muncul yang memperlihatkan perlakuan leader AOA, Jimin kepada Mina.
Jimin AOA diduga menjadi pelaku bullying pada Kwon Mina.
Hal ini diketahui dari akun Instagram Jimin AOA yang mengunggah Instagram Story setelah Mina mengungkapkan insiden bullying yang dialaminya.
"Fiksi," tulis Jimin AOA.
Sebelumnya, Mina mengunggah tangkapan layar berisi pesan DM dari seorang warganet yang bernada negatif.
Dalam keterangannya, Mina mengatakan ia dibully oleh rekan membernya di AOA selama 10 tahun.
Ia mengaku sebenarnya masih ingin berkarier menjadi idol K-Pop bersama AOA.
Baca: Beberkan Bukti Perlakuan Bullying Jimin AOA, Mina eks AOA Ungkap Sempat Ingin Akhiri Hidup
Baca: Bocorkan Rahasia Asmara Kang Daniel dan Jihyo TWICE, Luna Maya Justru Dapat Kritikan dari Warganet
Namun, karena sosok pelaku tersebut membencinya, Mina memutuskan mundur dan pindah agensi.
"Tidak apa-apa jika kamu tak mengakui aku sebagai idol atau aktris. Aku tidak pandai dalam hal itu dan memiliki banyak kekurangan.
Tapi, aku sangat senang melakukannya dan bekerja keras. Itu adalah sesuatu yang aku sukai dan tidak membuatku stres.
Jujur, aku benar-benar tidak ingin keluar dari AOA, tapi karena ada seseorang yang membenciku, aku diintimidasi selama 10 tahun," ungkap Mina.
Lebih lanjut, dalam unggahannya, Mina mengungkapkan si pelaku bullying baru-baru ini kehilangan sang ayah.
"Belum lama ini, ayah dari unnie itu meninggal dan hatiku sakit, tapi juga terasa aneh, aku tahu rasa sakit itu.
Aku pergi ke pemakaman dan segera setelah dia melihatku, dia mulai menangis dan berkata dia menyesal, sepertinya hatiku hancur dalam kesia-siaan," beber Mina.
Banyak warganet menduga si pelaku adalah Jimin.
Bukti Jimin AOA melakukan bullying pada Mina mantan rekannya pun tersebar.
Dalam sebuah video yang beredar, Jimin terlihat acuh dan dingin.
Saat itu Mina sedang menangis dan anggota AOA lainnya terlihat menenangkan Mina.
Mina dalam video tersebut menangis sambil bercerita tentang keinginan keluar dari grup karena menghadapi waktu yang sulit.