TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, menyatakan siap bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ia bersedia menjadi Menteri Hukum dan HAM menggantikan Yasonna Laoly.
Tapi, kesediaan Rocky Gerung ini hanyalah sindiran karena syarat yang diminta kepada Jokowi terbilang mustahil dilakukan.
Ia menyatakan siap menjadi menteri asalkan Jokowi memberik hak diskresi untuk membubarkan kabinet.
Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung saat moderator dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?' menanyakan kesiapan Rocky Gerung jika ditawari jabatan Menteri hukum dan ham (menkumham).
"Saya mau," kata Rocky Gerung dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?', Sabtu (4/7/2020).
Baca: Kemarahan Jokowi Disebut Seperti Drama Korea, Rocky Gerung: Anggap Saja Drakor Istana
Baca: Rocky Gerung Kerap Kritik Jokowi, Abdul Somad Tertawa Dengar RG saat Ditanya Andai Jadi Presiden
Perombakan kabinet memang mencuat setelah Presiden Jokowi meluapkan ketidakpuasannya atas kinerja para menterinya dalam penanganan covid-19.
Lantas sejumlah nama menteri disorot, satu di antaranya adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.
Bahkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 10 Januari-31 Januari 2020 menyatakan Yasonna Laoly layak diganti lantaran kinerjanya buruk.
Survei yang dirilis jelang 100 hari Kabinet Jokowi-Ma'ruf pada Sabtu (8/2/2020) silam itu menempatkan Yasonna Laoly yang paling layak digantikan.
"Kalau publik menyebut ada Menteri yang perlu diganti, maka siapa yang dianggap layak (diganti)?"
"Perlu saya sampaikan, yang pertama nama yang muncul adalah Menkumham Yasonna Laoly yang mendapat atensi 36 persen responden," ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah.
Baca: Fadjroel Rachman Beri Peringatan saat Debat, Rocky Gerung: Anda Terangkan Itu ke Presiden!
Baca: Rocky Gerung Sebut Jokowi Pelit dan Ragu-ragu Tangani Virus Corona, Ikut Singgung Anies Baswedan
Sementara pengamat politik Rocky Gerung mengaku bersedia menggantikan Yasonna Laoly di kursi Menteri Hukum dan HAM.
Sontak saja pernyataan tersebut mengejutkan, sebab Rocky Gerung terkenal kerap memberikan kritik keras untuk pemerintah Jokowi.
Melansir Tribunnews, Rocky Gerung mengakui akan menerima jabatan Menteri jika tawaran itu datang kepadanya.
Hal itu diungkapkan Rocky Gerung saat moderator dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?' menanyakan kesiapan Rocky Gerung jika ditawari jabatan Menteri hukum dan ham (menkumham).
"Saya mau," kata Rocky Gerung dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?', Sabtu (4/7/2020).
"Jadi Menkumham harus punya hak diskresi mengeluarkan undang-undang untuk pembubaran kabinet.
Jadi sebagai Menkumham saya akan keputusan pertama membubarkan kabinet."
"Dalam negosiasi tukar tambah saya akan bilang kasih saya kewenangan sebagai menkumham atas nama hak asasi manusia saya buat Perppu pembubaran kabinet," kata Rocky Gerung.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyinggung soal reshuffle saat rapat kabinet paripurna di hadapan para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.