Terkait Amarah Presiden Jokowi ke Para Menteri, Fahri Hamzah: 'Bisa Runtuh Wibawa Seorang Presiden'

Kemarahan Presiden Jokowi disebut oleh politisi kawakan Fahri Hamzah tidak patut dan harusnya "diwakilkan" oleh bawahan Presiden.


zoom-inlihat foto
jokowi-jengkel-pada-menterinya.jpg
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020).


"Moeldoko cukup bilang begitu," lanjutnya.

Juru Debat Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah melakukan jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/7/2014) Fahri mengaku siap memberikan klarifikasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait dengan twitter Fahri Hamzah mengenai program Jokowi. (TRIBUNNEWS.COM/Haloferdi)
Juru Debat Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah melakukan jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/7/2014) Fahri mengaku siap memberikan klarifikasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait dengan twitter Fahri Hamzah mengenai program Jokowi. (TRIBUNNEWS.COM/Haloferdi) ((TRIBUNNEWS.COM/Haloferdi))

Fahri menilai cara itu akan lebih efektif dan membuat menterinya segan dengan permintaan presiden.

"Begitu bilang presiden minta, gemetar itu orang. Presiden minta, lapor datanya," jelas Fahri.

Fahri kemudian menjawab pertanyaan Najwa Shihab yang mengungkapkan kenapa tidak Presiden saja yang meluapkan kemarahan.

"Kita perlu menjaga kewibawaan presiden. Presiden itu untuk kepentingan persatuan," jelas Fahri.

"Ketika Anda melihat Jokowi selantang itu, itu menjatuhkan wibawanya?" tanya Najwa lagi.

Fahri membenarkan.

Ia menyarankan sebaiknya sikap marah itu tidak perlu ditunjukkan lagi.

"Iya, kalau terus-menerus melakukan itu, runtuh wibawanya," tegas Fahri.

Ia menyinggung ada banyak kesalahan data dalam pidato yang disampaikan Jokowi, termasuk tentang minimnya penyerapan anggaran Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan.

Menurut Fahri, data yang masuk di presiden berbeda dengan yang dimiliki Komisi IX.

"Apalagi kalau kemudian dalam marahnya itu banyak salah data, seperti dia dibantah oleh Komisi IX yang mengatakan bahwa Menteri Kesehatan belanjanya lebih banyak," ujar Fahri.

"Yang masuk di dia cuma Rp 1,9 triliun," tambahnya.

Isu reshuffle berhembus

Seperti yang diketahui, kabar akan adanya reshuffle berhembus kencang menyusul kemarahan sekaligus peringatan tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi merasa kecewa dengan kinerja dari para menterinya dalam menyikapi krisis dan pandemi Virus Corona.

Dikutip dari acara Kompas Petang, Kamis (2/7/2020), kini muncul ada tiga menteri yangbisa terkena reshuffle.

Baca: Rumor Reshuffle Kabinet Mencuat Pasca-Jokowi Beri Teguran, 4 Nama Menteri Ini Dinilai Cocok Diganti

Baca: Jokowi Marahi Para Menteri, Fahri Hamzah Buka Suara: Presiden Seperti Mengiba, Kali Ini Bukan Drama

Baca: Pengamat Politik: Menteri Cari Aman, Parpol Pasti Cegah Kadernya Terkena Reshuffle

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (16/3/2020).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (16/3/2020). (KompasTV)

Satu di antaranya adalah Menteri Kesehatan yang dijabat oleh Terawan Agus Putranto.

Terawan Agus sebelumnya menjadi sorotan utama lantaran berkaitan langsung dengan kasus Covid-19, yakni di bidang kesehatan.

Terlebih pada rapat kabinet saat itu, Kementerian Kesehatan menjadi contoh buruk yang disampaikan oleh Jokowi, terkait dengan anggaran yang dikeluarkan.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved