TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali tampil di publik.
Ia memimpin peretemuan Politbiro di Pyongyang, Kamis (2/7/2020).
Diberitakan NK News, pertemuan tersebut membahas upaya pemerintah untuk mengantisipasi Covid-19.
Menurut laporan media pemerintah, Jumat (3/7/2020), Kim mengkritik pejabatnya karena tanggapan yang tidak tepat terhadap krisis.
Ini adalah penampilan Kim Jong Un untuk pertama kali, sejak 8 Juni 2020 yang disertai bukti foto.
"Pada pertemuan tersebut, sebagai item agenda pertama mereka meninjau pekerjaan 6 bulan terakhir untuk mencegah penyakit menular ganas dan membahas masalah lebih lanjut, mengkonsolidasikan situasi anti-epidemi saat ini dengan meningkatkan kerja darurat anti-epidemi negara," tulis Korean Central News Agency (KCNA).
Baca: Sang Istri Diperlakukan Tak Pantas, Kim Jong Un Ledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea
Dikatakan bahwa “setelah menganalisis secara terperinci pekerjaan anti-epidemi darurat nasional selama 6 bulan, (Kim Jong Un) mengatakan bahwa kami telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas dan mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun krisis kesehatan di seluruh dunia.”
Meski demikian, Kim menyoroti pejabatnya yang tak memandang penting Covid-19.
Pemimpin Korea Utara "membuat kritik tajam terhadap kurangnya perhatian, pandangan dan sikap kronis yang semakin umum di kalangan pejabat, dan pelanggaran aturan kerja anti-epidemi darurat," katanya.
Seakan-akan Korea Utara tengah mempersiapkan perlawanan terhadap Covid-19 dalam jangka panjang.
Padahal mereka mengklaim tidak ada kasus Covid-19.
Apa lagi, mereka tengah mempercepat pembangunan Rumah Sakit Umum Pyongyang.
Kim pun menyatakan kepuasannya terhadap kemajuan proyek itu.
Menhan Jepang: Covid-19 Juga Menyebar di Korut
Pemerintah Jepang punya keyakinan ada maksud tersembunyi di balik aksi Korea Utara yang kerap obral ancaman militer.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono, dalam konferensi pers Klub Koresponden Asing Jepang, Kamis (25/6/2020).
Diberitakan NK News, Taro Kono mengatakan Jepang rutin bertukar informasi tentang Korea Utara dengan negara lain seperti Amerika Serikat.
Karenanya, ia menilai ada tindakan aneh Korea Utara.
Menurutnya 'obral' perang yang digaungkan Korea Utara baru-baru ini hanyalah kedok untuk mengalihkan perhatian.
Baca: Sang Istri Diperlakukan Tak Pantas, Kim Jong Un Ledakkan Kantor Penghubung Antar-Korea
Taro Kono mengawali pembicaraannya agar komentarnya tidak dikaitkan dengan intelijen Jepang.