Belum Selesai Pandemi Covid-19, Virus Mematikan Dijuluki ‘Bunny Ebola’ Serang Wilayah Amerika

Bunny Ebola menyebabkan lesi pada organ dan jaringan kelinci, yang menyebabkan pendarahan internal dan kematian.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-bunny-ebola.jpg
nypost.com/Beth Simmons
Virus mematikan dijuluki 'bunny ebola' menyerang populasi kelinci di Southwestern, Amerika Serikat.


Hampir 500 hewan di New Mexico terinfeksi antara Maret dan Juni.

Baca: Ebola

Baca: Fakta-fakta Jamur Enoki Jadi Penyebab Wabah Listeria, 4 Orang Tewas Hingga Kementan Turun Tangan

"Kami memiliki satu pria dengan 200 kelinci, dan dia kehilangan mereka semua antara Jumat sore dan Minggu malam," tambah Zimmerman.

"Itu baru saja melewati dan membunuh segalanya,” ungkap salah satu Pejabat New Mexico.

Jika satu kelinci di rumah terkena penyakit, negara mengharuskan kelinci yang tersisa di sarang untuk di-eutanasia.

Itu menyebabkan 600 hewan lainnya dibunuh dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus.

Pada April, para peneliti telah melaporkan kasus pada populasi kelinci di Colorado, Texas, dan Nevada juga. Lusinan lagi muncul di California dan Utah.

"Saya akan benar-benar jujur ​​kepada Anda. Saya pikir ada lebih banyak kasus daripada yang dilaporkan," kata Jones kepada The Cut.

(Tribunnewswiki.com/SO)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved