Dipenjara Tujuh Tahun karena Punya Tujuh Anak: Kisah Abdushukur Umar, Warga Uighur di Xinjiang China

Abdushukur Umar, seorang pria warga Uighur menceritakan kisahnya mendapat hukuman otoritas China akibat memiliki banyak anak.


zoom-inlihat foto
etnis-uighur-di-aksu-xinjiang.jpg
HECTOR RETAMAL / AFP
Abdushukur Umar, seorang pria warga Uighur menceritakan kisahnya mendapat hukuman otoritas China akibat memiliki banyak anak., FOTO: Diambil pada 11 September 2019 menunjukkan seorang pria mengendarai kendaraan di lingkungan etnis Uighur di Aksu, Xinjiang. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam opersi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020.


Omirzakh merupakan satu di antara warga Muslim pedesaan yang 'cukup beruntung'.

Dirinya mengaku beruntung bisa membayar denda tersebut, .

Setelah ancaman kurungan penjara datang padanya, ia menelepon sejumlah kerabatnya.

Beberapa jam sebelum batas waktu yang ditentukan, ia telah mengumpulkan cukup banyak uang dari hasil penjualan sapi saudara perempuannya.

Ia juga meminjam uang dengan bunga yang tinggi untuk menggenapi tabungannya agar cukup untuk denda.

Pada tahun berikutnya, setelah denda terbayarkan, ia bersama sejumlah istri orang lain yang senasib mengikuti sebuah kelas pendidikan.

Ia bersama anaknya untuk sementara tinggal bersama dua orang pejabat partai setempat yang dikirim khusus untuk mengawasinya.

Ketika sang suami pada akhirnya dibebaskan, mereka melarikan diri ke Kazakhstan dengan hanya membawa beberapa ikat selimut dan pakaian.

Di tempat tinggalnya sekarang, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) masih berada di rahimnya dan telah menyatu dengan daging.

Wanita Uighur menggendong bayi, Jumat (31/5/2019).
Ilustrasi. Wanita Uighur menggendong bayi, Jumat (31/5/2019). (AFP/Greg Baker)

Ini menyebabkan peradangan yang sakitnya menusuk hingga ke punggung.

"Seperti ditusuk dengan pisau," akui Omirzakh.

Menurutnya, hanya sakit yang ia rasakan saat harus mengingat apa yang ia alami dulu.

"Orang-orang di sana sekarang takut melahirkan," katanya.

"Ketika aku memikirkan kata 'Xinjiang', aku masih merasa takut sampai saat ini," tukasnya kepada Associated Press..

Investigasi Ungkap China Paksa Aborsi Warga Uighur

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan otoritas China memaksa perempuan menggunakan alat kontrasepsi di Xinjiang sebagai upaya pengurangan populasi masyarakat muslim Uighur.

Usaha sistematis 'sterilisasi perempuan', menurut laporan Adrian Zenz, antropolog Jerman yang risetnya fokus pada persoalan kamp di Xinjiang, juga menyebut China memaksa warga Uighur untuk aborsi.

Penelitian Adrian mendorong munculnya seruan internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar dilakukan penyelidikan.

Adapun China membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan.

China menyebut apa yang dituduhkan adalah hal yang tidak berdasar.

Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan

Etnis muslim Uighur di China.
Etnis muslim Uighur di China. (AFP)




Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved