Jelang Pilkada, Menteri PPN Sebut Kepala Daerah Sering Ubah Garis Kemiskinan di Wilayahnya

Dengan tingkat kemiskinan yang rendah, kata Suharso, maka hal itu menjadi prestasi tersendiri bagi kepala daerah tersebut.


zoom-inlihat foto
kepala-bappenas-suharso-monoarfa-123.jpg
KOMPAS.com/Rully R. Ramli
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (KOMPAS.com/Rully R. Ramli)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menjelang Pemilihan Derah atau Pilkada, Kepala Derah disebut sering mengubah data garis kemiskinan di wilayahnya.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan hal itu berhubungan dengan beberapa masalah terkait data kemiskinan di Indonesia.

Baca: KPAI Minta Anies Baswedan Hentikan PPDB DKI, Arist Merdeka Sirait: Anak Stress, Ada Coba Bunuh Diri

"Lucunya, kalau mau pilkada itu turun Pak Ketua, diturun-turunkan.

Atau justru terbalik, waktu mau pilkada garis kemiskinan dinaikan sehingga bansos lebih banyak.

Kalau terpilih dia berusaha turunkan garis kemiskinan," ucap Suharso.

Dengan tingkat kemiskinan yang rendah, kata Suharso, maka hal itu menjadi prestasi tersendiri bagi kepala daerah tersebut.

Baca: Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Kamis 2 Juli 2020: Bona dan Kawan-Kawannya, Belajar Bahasa Inggris

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa 123
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (KOMPAS.com/Rully R. Ramli)

Suharso menjelasakan karena hal itu lah membuah Menteri Sosial, Juliari Batubara menanyakan kebenaran data kemiskinan Indonesia.

"Itu persoalan kita, yang membuat Juliari (Menteri Sosial) bolak balik ke Bappenas.

Datanya ini bagaimana dan kami juga tanyakan datanya bagaimana.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved