TRIBUNNEWSWIKI.COM - Iran resmi mengeluarkan surat penangkapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (29/6/2020).
Dengan demikian, status Trump bagi pemerintah Iran adalah buronan.
Trump dan lebih dari 30 orang lain diyakini terlibat dalam serangan 3 Januari 2020 yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani.
Hal itu disampaikan oleh Jaksa Teheran Ali Alqasimehr, seperti diberitakan Kontan dari Al Jazeera.
Alqasimehr tidak mengidentifikasi orang lain yang dicari selain Trump.
Akan tetapi, dia menekankan Iran akan terus mengejar Trump bahkan setelah masa jabatan kepresidenannya berakhir.
Baca: Memprotes Ujaran Trump, Starbucks dan Coca-Cola Ikut Memboikot Iklan di Facebook
Sebelumnya, Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, sayap elite di Garda Revolusi Iran, dibunuh oleh AS ketika berada di Baghdad, Irak, Januari 2020.
Diberitakan Kompas.com ia tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, ketika kendaraan mereka diluluhlantakkan oleh rudal.
Dalam pernyataannya, Alghasi-Mehr menuding Trump dan 35 warga Iran lainnya bertanggung jawab atas kematian mayor jenderal yang dibunuh di usia 62 tahun itu.
Diwartakan CNBC, sang jaksa agung ibu kota Iran itu menjerat Presiden AS dan puluhan lainnya dengan dakwaan pembunuhan dan terorisme.
Dia mengklaim sudah meminta kepolisian internasional ( Interpol) untuk menerbitkan red notices untuk mempermudah penangkapan.
Baca: Gara-gara Pengguna TikTok, Kampanye Donald Trump Jadi Sepi: Borong Tiket Tapi Tak Datang Ke Acara
Red notices merupakan pemberitahuan tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol, dan dirilis terhadap individu yang dianggap target penting.
Meski begitu, presiden berusia 74 tahun tersebut diyakini akan lolos dari upaya itu.
Interpol dipercaya tidak akan begitu saja menanggapi Teheran. Sebab, dalam panduan organisasi penegakan hukum internasional itu, terdapat larangan mengambil permintaan yang sifatnya politis.
Qasem Soleimani dilabeli teroris oleh Gedung Putih dan dituding bertanggung jawab atas kematian ratusan pasukan AS di Irak.
Kematian sang komandan yang digadang menjadi suksesor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei itu menimbulkan kemarahan dari sekutu Iran.
Teheran sendiri melakukan balasan beberapa hari berselang, di mana mereka menghujani dua pangkalan AS di Irak dengan rudal.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Jenderal Qasem Soleimani Dibunuh, Iran Ingin Trump Ditangkap"
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)