Donald Trump Resmi Jadi Buronan Iran, Akan Terus Diincar Meski Sudah Tak Jadi Presiden AS

Iran terbitkan surat penangkapan Presiden AS Donald Trump atas kasus kematian Qasem Soleimani


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-berbicara-tentang-covid-19.jpg
SAUL LOEB / AFP
ILUSTRASI - Presiden AS Donald Trump berbicara tentang COVID-19, yang dikenal sebagai coronavirus, setelah menandatangani Proklamasi untuk menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 6 Mei 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Iran resmi mengeluarkan surat penangkapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (29/6/2020).

Dengan demikian, status Trump bagi pemerintah Iran adalah buronan.

Trump dan lebih dari 30 orang lain diyakini terlibat dalam serangan 3 Januari 2020 yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani.

Hal itu disampaikan oleh Jaksa Teheran Ali Alqasimehr, seperti diberitakan Kontan dari Al Jazeera.

Alqasimehr tidak mengidentifikasi orang lain yang dicari selain Trump.

Akan tetapi, dia menekankan Iran akan terus mengejar Trump bahkan setelah masa jabatan kepresidenannya berakhir.

Presiden AS, Donald Trump, berjalan menuju helikopter kepresidenan Marine One di Gedung Putih, Washington DC, 11 Juni 2020. Trump kini berusia 74 tahun.
Presiden AS, Donald Trump, berjalan menuju helikopter kepresidenan Marine One di Gedung Putih, Washington DC, 11 Juni 2020. Trump kini berusia 74 tahun. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

Baca: Memprotes Ujaran Trump, Starbucks dan Coca-Cola Ikut Memboikot Iklan di Facebook

Sebelumnya, Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, sayap elite di Garda Revolusi Iran, dibunuh oleh AS ketika berada di Baghdad, Irak, Januari 2020.

Diberitakan Kompas.com ia tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, ketika kendaraan mereka diluluhlantakkan oleh rudal.

Dalam pernyataannya, Alghasi-Mehr menuding Trump dan 35 warga Iran lainnya bertanggung jawab atas kematian mayor jenderal yang dibunuh di usia 62 tahun itu.

Diwartakan CNBC, sang jaksa agung ibu kota Iran itu menjerat Presiden AS dan puluhan lainnya dengan dakwaan pembunuhan dan terorisme.

Dia mengklaim sudah meminta kepolisian internasional ( Interpol) untuk menerbitkan red notices untuk mempermudah penangkapan.

Baca: Gara-gara Pengguna TikTok, Kampanye Donald Trump Jadi Sepi: Borong Tiket Tapi Tak Datang Ke Acara

Bagaimana Donald Trump bisa izinkan Militer AS bunuh pemimpin pasukan Quds, Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani?
Bagaimana Donald Trump bisa izinkan Militer AS bunuh pemimpin pasukan Quds, Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani? (Kolase Foto: Twitter dan Wikimedia)

Red notices merupakan pemberitahuan tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol, dan dirilis terhadap individu yang dianggap target penting.

Meski begitu, presiden berusia 74 tahun tersebut diyakini akan lolos dari upaya itu.

Interpol dipercaya tidak akan begitu saja menanggapi Teheran. Sebab, dalam panduan organisasi penegakan hukum internasional itu, terdapat larangan mengambil permintaan yang sifatnya politis.

Qasem Soleimani dilabeli teroris oleh Gedung Putih dan dituding bertanggung jawab atas kematian ratusan pasukan AS di Irak.

Kematian sang komandan yang digadang menjadi suksesor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei itu menimbulkan kemarahan dari sekutu Iran.

Teheran sendiri melakukan balasan beberapa hari berselang, di mana mereka menghujani dua pangkalan AS di Irak dengan rudal.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Jenderal Qasem Soleimani Dibunuh, Iran Ingin Trump Ditangkap"

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved