Gulnar Omirzakh, Warga Uighur Dipaksa KB oleh Otoritas China 'Cegah Orang Punya Anak adalah Salah'

Gulnar Omirzakh menceritakan pengalamannya bagaimana otoritas China di Xinjiang memaksanya untuk menggunakan alat kontrasepsi beserta ancaman penjara.


zoom-inlihat foto
seorang-wanita-uighur-di-wilayah-xinjiang-barat-laut-cina.jpg
GREG BAKER / AFP
Foto ini diambil pada 4 Juni 2019 menunjukkan seorang wanita Uighur bersama dengan anak-anak di sebuah jalan di Kashgar di wilayah Xinjiang barat laut Cina. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam operasi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020.


Pada tahun berikutnya, setelah denda terbayarkan, ia bersama sejumlah istri orang lain yang senasib mengikuti sebuah kelas pendidikan.

Ia bersama anaknya untuk sementara tinggal bersama dua orang pejabat partai setempat yang dikirim khusus untuk mengawasinya.

Ketika sang suami pada akhirnya dibebaskan, mereka melarikan diri ke Kazakhstan dengan hanya membawa beberapa ikat selimut dan pakaian.

Di tempat tinggalnya sekarang, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) masih berada di rahimnya dan telah merosot ke dalam daging.

Alif Baqytali memeluk ibunya, Gulnar Omirzakh, di rumah baru mereka di Shonzhy, Kazakhstan. Omirzakh, etnik Kazakh kelahiran China, mengatakan dia dipaksa untuk mendapatkan alat kontrasepsi dalam kandungan dan pihak berwenang di China mengancam akan menahannya jika dia tidak membayar denda besar karena melahirkan Alif, anak ketiganya.
Alif Baqytali memeluk ibunya, Gulnar Omirzakh, di rumah baru mereka di Shonzhy, Kazakhstan. Omirzakh, etnik Kazakh kelahiran China, mengatakan dia dipaksa untuk mendapatkan alat kontrasepsi dalam kandungan dan pihak berwenang di China mengancam akan menahannya jika dia tidak membayar denda besar karena melahirkan Alif, anak ketiganya. ((AP/Mukhit Toktassyn/dailymail))

Ini menyebabkan peradangan yang sakitnya menusuk hingga ke punggung.

"Seperti ditusuk dengan pisau," akui Omirzakh.

Menurutnya, hanya sakit yang ia rasakan saat harus mengingat apa yang ia alami dulu.

"Orang-orang di sana sekarang takut melahirkan," katanya.

"Ketika aku memikirkan kata 'Xinjiang', aku masih merasa takut sampai saat ini," tukasnya kepada Associated Press, Selasa (30/6/2020).

Investigasi Ungkap China Paksa Aborsi Warga Uighur

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan otoritas China memaksa perempuan menggunakan alat kontrasepsi di Xinjiang sebagai upaya pengurangan populasi masyarakat muslim Uighur.

Usaha sistematis 'sterilisasi perempuan', menurut laporan Adrian Zenz, antropolog Jerman yang risetnya fokus pada persoalan kamp di Xinjiang, juga menyebut China memaksa warga Uighur untuk aborsi.

Penelitian Adrian mendorong munculnya seruan internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar dilakukan penyelidikan.

Adapun China membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan.

China menyebut apa yang dituduhkan adalah hal yang tidak berdasar.

Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan

Etnis muslim Uighur di China.
Etnis muslim Uighur di China. (AFP)

Sebagai informasi, China sedang dihadapkan pada kritik luas lantaran dinilai menahan warga Uighur di kamp-kamp penampungan.

Diwartakan BBC, setidaknya terdapat satu juta masyarakat Uighur dan minoritas muslim lainnya yang ditahan di China, Senin (29/6/2020).

Oleh otoritas China, kamp tempat warga Uighur ditahan merupakan kamp 'pendidikan ulang'.

Sebelumnya Tiongkok sempat menyangkal adanya kamp-kamp ini, sebelum kemudian menyebut kamp ini sebagai pertahanan melawan terorisme.

Otoritas mengklaim langkah ini dilakukan buntut dari kekerasan separatis di wilayah Xinjiang.

Baca: Amerika Serikat Putuskan Blacklist Puluhan Perusahaan China Pasca Terlibat Diskriminasi Etnis Uighur

Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China.
Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China. (PETER PARKS/AFP/GETTY VIA BBC.COM)




Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved