China Paksa Muslim Uighur Aborsi dan Sterilisasi, Peneliti: Beijing Penuhi Satu Kriteria Genosida

Seorang peneliti mengungkap China telah melakukan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan keluarga berencana paksa terhadap Muslim minoritas di Uighur


zoom-inlihat foto
wanita-uighur-menggendong-bayi.jpg
AFP/Greg Baker
ILUSTRASI - Wanita Uighur menggendong bayi, Jumat (31/5/2019).


Seorang peneliti mengungkap China telah melakukan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan keluarga berencana paksa terhadap Muslim minoritas di Uighur

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar mengerikan datang dari China.

Seorang peneliti mengungkap China telah melakukan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan keluarga berencana paksa terhadap Muslim minoritas di Uighur.

Semua itu diungkap oleh peneliti Jerman Adrian Zenz yang diterbitkan oleh Think Tank Jamestown Foundation yang berbasis di Washington, seperti diberitakan Kontan dari Reuters, Rabu (1/6/2020).

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Senin, memberikan label "mengejutkan" dan "mengganggu" atas laporan tersebut.

Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan itu konsisten dengan praktik Partai Komunis Tiongkok dalam beberapa dekade yang menunjukkan ketidakpedulian total terhadap kesucian hidup manusia dan martabat dasar manusia.

Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China.
Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China. (PETER PARKS/AFP/GETTY VIA BBC.COM)

Baca: Aliansi Antar-Parlemen untuk China (IPAC) Minta PBB Selidiki Kasus Kejahatan terhadap Etnis Uighur

"Kami menyerukan Partai Komunis China untuk segera mengakhiri praktik mengerikan ini dan meminta semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam menuntut diakhirinya pelanggaran tidak manusiawi ini," jelas Pompeo seperti yang dilansir Reuters.

Dalam laporannya, Zenz mengatakan temuannya merupakan bukti terkuat bahwa kebijakan Beijing di Xinjiang memenuhi salah satu kriteria genosida yang disebutkan dalam Konvensi PBB tentang Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida, yaitu "memaksakan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran di dalam kelompok."

Zenz mengatakan, analisis dokumen pemerintah China menunjukkan pertumbuhan populasi alami di Xinjiang telah anjlok "secara dramatis."

Dia mengatakan bahwa di dua prefektur Muslim Uighur terbesarnya, tingkat pertumbuhan turun 84% antara 2015 dan 2018 dan selanjutnya pada 2019.

Kedutaan Besar China di Washington merujuk pada pernyataan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, mengatakan bahwa beberapa institusi bertekad untuk membuat disinformasi tentang isu-isu terkait Xinjiang.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved