Penelitian Terbaru: China Paksa Perempuan Muslim Etnis Uighur Aborsi dan Pasang Kontrasepsi

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan cara China mengurangi populasi etnis muslim Uighur dengan cara memaksa aborsi.


zoom-inlihat foto
wanita-uighur-menggendong-bayi.jpg
AFP/Greg Baker
Wanita Uighur menggendong bayi, Jumat (31/5/2019).


Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan cara China mengurangi populasi etnis muslim Uighur dengan cara memaksa aborsi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan otoritas China memaksa perempuan menggunakan alat kontrasepsi di Xinjiang sebagai upaya pengurangan populasi masyarakat muslim Uighur.

Usaha sistematis 'sterilisasi perempuan', menurut laporan akademisi China keturunan Jerman, Adrian Zenz, juga menyebut China memaksa warga Uighur untuk aborsi.

Penelitian Adrian mendorong munculnya seruan internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar dilakukan penyelidikan.

Adapun China membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan.

China menyebut apa yang dituduhkan adalah hal yang tidak berdasar.

Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan

Etnis muslim Uighur di China.
Etnis muslim Uighur di China. (AFP)

Sebagai informasi, China sedang dihadapkan pada kritik luas lantaran dinilai menahan warga Uighur di kamp-kamp penampungan.

Diwartakan BBC, setidaknya terdapat satu juta masyarakat Uighur dan minoritas muslim lainnya yang ditahan di China, Senin (29/6/2020).

Oleh otoritas China, kamp tempat warga Uighur ditahan merupakan kamp 'pendidikan ulang'.

Sebelumnya Tiongkok sempat menyangkal adanya kamp-kamp ini, sebelum kemudian menyebut kamp ini sebagai pertahanan melawan terorisme.

Otoritas mengklaim langkah ini dilakukan buntut dari kekerasan separatis di wilayah Xinjiang.

Baca: Amerika Serikat Putuskan Blacklist Puluhan Perusahaan China Pasca Terlibat Diskriminasi Etnis Uighur

Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China.
Sekelompok orang Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China. (PETER PARKS/AFP/GETTY VIA BBC.COM)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved