Iran Resmi Terbitkan Surat untuk Ringkus Presiden AS Donald Trump, Ada Apa?

Iran memasukkan nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke daftar Interpol sebagai buntut dari kematian Mayjend Qassem Soleimani.


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-berbicara-tentang-covid-19.jpg
SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang COVID-19, yang dikenal sebagai coronavirus, setelah menandatangani Proklamasi untuk menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 6 Mei 2020.


Iran memasukkan nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke daftar Interpol sebagai buntut dari kematian Mayjend Qassem Soleimani.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak baru.

Kedua negara memang sering tidak duduk dalam satu pendapat terkait berbagai permasalahan.

Kini Iran pun seakan membunyikan alarm perang dengan Amerika Serikat.

Hal tersebut bisa dilihat dengan terbitnya surat perintah penangkapan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Surat penangkapan Donald Trump ini merupakan buntut pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani.

Penerbitan surat penangkapan Donald Trump itu dibuat oleh Ali Alghasi-Mehr, Jaksa Agung Teheran, seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars pada Senin (29/6/2020).

Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, sayap elite di Garda Revolusi Iran, dibunuh oleh AS ketika berada di Baghdad, Irak, Januari lalu.

Soleimani tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, ketika kendaraan mereka diluluhlantakkan oleh rudal.

Baca: Iran Menguji Coba Rudal Berdaya Jangkau 280 Km, Menhan Amir Hatami: Musuh-Musuh Iran Ketakutan

Baca: AS Semakin Intens Lakukan Aktivitas Militer di Laut China Selatan, Pertanda Siap Gempur Tiongkok?

Baca: Buntut Panjang Konflik di Himalaya, India Larang TikTok dan 58 Aplikasi China Lain Masuk Negaranya

Qassem Solemani.
Qassem Solemani. (AFP)

Dalam pernyataannya, Alghasi-Mehr menuding Trump dan 35 warga Iran lainnya bertanggung jawab atas kematian mayor jenderal yang dibunuh di usia 62 tahun itu.

Diwartakan CNBC, sang jaksa agung ibu kota Iran itu menjerat Presiden AS dan puluhan lainnya dengan dakwaan pembunuhan dan terorisme.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved