Siapkan Timnas untuk Piala Dunia 2021, Ketua PSSI Iwan Bule: Klub Liga 1 Wajib Mainkan Pemain U-20

Persiapan Piala Dunia, PSSI: klub Liga 1 dan Liga 2 wajib memainkan pemain U-20


zoom-inlihat foto
iriaean.jpg
Media resmi PSSI
ILUSTRASI - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam rapat terbatas dengan Pemerintah Indonesia yang membahas progres persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2021, Jumat (17/1/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia semakin menatap gelaran Piala Dunia U-20 20201.

PSSI telah mengeluarkan regulasi agar klub di Liga 1 dan Liga 2 memainkan pemain U-20.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam konferensi pers pada Minggu (28/6/2020), di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta Pusat, terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Diberitakan Super Skor, PSSI resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 bahwa kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 dilanjutkan pada awal bulan Oktober mendatang.

Meski demikian, belum ada tanggal pasti pelaksanaan kompetisi.

Adapun regulasi wajibnya klub untuk memainkan pemain U-20 adalah demi menyongsong piala dunia.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri), bersama calon pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri), bersama calon pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (Media resmi PSSI)

Baca: Konflik PSSI Menuju Islah, Shin Tae-yong Dikabarkan Senang Setelah Dapat Dukungan dari Indra Sjafri

“Itu ada aturan tambahan nanti. Kewajiban bagi klub untuk mainkan pemain U-20 dari pemain yang ada,” kata Mochamad Iriawan.

Namun aturan ini akan digodok lebih lanjut oleh PT Liga Indonesia Baru.

“Kepastian regulasi akan dibahas LIB secara internal karena masih ada waktu dua tiga bulan sebelum kompetisi bergulir,” ucapnya.

Selain itu, pemain yang bakal bermain di liga dan timnas bakal menyesuaikan dengan roadmap Shin Tae-yong.

Kini PSSI terus berkomunikasi dengan Shin Tae-yong.

Pemerintah Dukung Timnas Mau Latihan di Mana Saja

ILUSTRASI - Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Latihan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia Senior menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand (26 Maret) dan Uni Emirat Arab (31 Maret).
ILUSTRASI - Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Latihan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia Senior menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand (26 Maret) dan Uni Emirat Arab (31 Maret). (Tribunnews/Jeprima)

Baca: Iwan Bule Beberkan Penyebab Hubungan PSSI dan Shin Tae-yong Memanas

Konflik antara PSSI dan Shin Tae-yong kini mulai menemui titik terang.

Pemerintah buka suara dan siap mendukung PSSI, di mana pun latihan Timnas Indonesia diselenggarakan.

Hal itu disampaikan oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, seperti diberitakan BolaSport.com, Jumat (26/6/2020).

Ia mengatakan PSSI tak perlu ragu soal anggaran yang diperlukan.

"PSSI tidak perlu ragu masalah backup anggaran dari Kemenpora," kata Gatot S Dewa Broto kepada awak media.

"Kan Presiden seperti kutipan Pak Menteri (Menpora) ingin prestasi yang terbaik," ucap pria asal Yogyakarta tersebut.

ILUSTRASI Timnas - Aksi penyerang timnas U-16, Brylian Aldama saat mencoba melewati para pemain timnas U-16 Thailand.
ILUSTRASI Timnas - Aksi penyerang timnas U-16, Brylian Aldama saat mencoba melewati para pemain timnas U-16 Thailand. (Bolasport.com)

Baca: Shin Tae-yong dan Indra Sjafri Saling Tuding, Ini Prestasi Mereka, Siapa Paling Pantas Latih Timnas?

Pemerintah pasti akan membantu, selama PSSI bisa menjustifikasi berupa rincian ke Kemenpora, tegas Gatot.

Ia menekankan pentingnya mengapa harus melakukan TV di negara tersebut, siapa saja yang berangkat, berapa anggarannya, dan berapa lama durasinya.

"Kalau cuman abal-abal ya ditembak sama BPK (Badan Pengawas Keuangan). Jadi tidak usah ragu-ragu dan tidak usah khawatir," kata Gatot S Dewa Broto.

Namun hingga hari ini PSSI belum menyampaikan laporan ke Kemenpora.

Padahal butuh waktu untuk merealisasikan anggaran dari APBN.

"Kami menunggu sampai hari ini (kemarin). Masalahnya PSSI itu masih belum memahami sepenuhnya pola anggaran APBN."

"Sedangkan kami butuh secepatnya dengan justifikasi, pola tata kelola penggunaan APBN yang benar," ucap Gatot S Dewa Broto.

Ia mengatakan Presiden Jokowi juga sudah merestui kebijakan ini.

"Presiden bilang, mau latihan dimana saja, ikuti."

"Itu menjadi komitmen presiden yang jadi arahan kepada saya."

"Mau dimana saja dan berapa lama silahkan," kata Menpora, Zainudin Amali.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved