Sosok Eva Chairunisa Berawal dari Jurnalis Kini Jadi Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta

Eva Chairunisa merupakan Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta yang dulunya seorang jurnalis.


zoom-inlihat foto
eva-chairunisa-kepala-humas-pt-kai-daop-1-jakarta.jpg
Tribunnews.com
Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok Eva Chairunisa mungkin tidak banyak yang mengenal.

Namun, Eva Chairunisa kini menjadi sosok penting di garda depan PT KAI Daop 1 Jakarta dalam melayani masyarakat.

Mengawali profesi sebagai jurnalis televisi swasta, Eva Chairunisa kini menapaki karier Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta

Dalam kesempatan sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di kantor DAOP 1 Cipinang, Jakarta Timur, Eva berbagi kisah perjalanan dirinya bisa sampai menjadi juru bicara instansi BUMN bidang transportasi, Selasa (22/6/2020).

Baca: PT Kereta Api Indonesia

Baginya, menjadi jurnalis adalah modal penting sebelum memasuki dunia kehumasan di mana pekerjaan utamanya melayani pertanyaan para pewarta.

Ilmunya selama menjadi jurnalis sangat berguna saat menjadi humas PT KAI Daop 1 Jakarta.

Menurutnya, baik jurnalis maupun humas memiliki tantangan tersendiri.

"Masing-masing menantang, jadi jurnalis dan humas. Punya keasyikan dan keseruan tersendiri, tapi jelas sekarang saya diminta memberikan informasi untuk pemberitaan," cerita Eva.

Eva Chairunisa saat bertugas sebagai Humas PT KAI Daop 1 Jakarta.
Eva Chairunisa saat bertugas sebagai Humas PT KAI Daop 1 Jakarta. (Instagram/evachairunisa)

Wanita yang delapan tahun menjadi insan pertelevisian merasa ragam dinamika di PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah dilalui, dirinya berjibaku meladeni pertanyaan jurnalis.

Eva mengaku pekerjaan saat ini menuntut dia harus siap siaga bekerja 24 jam, sewaktu-waktu dibutuhkan memberi pernyataan pers bahkan ketika dini hari.

Ia mencontoh kondisi Covid-19 ini banyak sekali yang membuat humas perkeretaapian ini harus standby dari pagi sampai larut hari.

"Terkadang kami juga baru kirim rilis jam 1 pagi, intinya begitu suatu kebijakan bisa diinformasikan ke media, kita ingin mengirim informasi secepat mungkin," terang Alumnus Universitas Indonesia jurusan Psikologi itu.

Baca: 8 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Berpergian Naik Kereta Api di Masa New Normal

Galau Terikat Jam Kerja

Menurut Eva, semua orang sepakat bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai plus-minus, ada suka dan dukanya tersendiri.

Itu diakuinya setelah melakoni profesi jurnalis sejak 2003 dan kemudian di-challenge untuk menjabat Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek di awal 2012.

"Buat saya pilihan yang berat karena soal jam kerja yang terikat. Saya sudah merasa nyaman bekerja fleksibel," tegas Eva.

Maklum, saat masih menjadi wartawan, Eva bertanggung jawab untuk news feature atau peliputan hasil reportase.

"Sempat ragu ambil atau tidak ya karena di instansi ada jam kerja, karena saya kebetulan waktu itu pegang feature jadi kita bisa atur jam kerja kita jadi lebih fleksibel," ulasnya.

Waktu bercerita, Eva semakin mengetahui kompleksitas PT KAI sebagai operator kereta api berplat merah.

"Selalu ada tantangannya, banyaknya perubahan kebijakan yang dilakukan KAI. Bahwa sinergitas apapun juga sangat penting, menurut saya menjadi pengalaman berharga karena saya pernah bekerja sebagai jurnalis," yakinnya.

Eva Chairunisa berfoto dengan logo Pasar Senen.
Eva Chairunisa berfoto dengan logo Pasar Senen. (Instagram/evachairunisa)

(TribunnewsWiki/cva/Reynas Abdila)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved