TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon Chul menawarkan untuk mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas hubungan yang memburuk dengan Korea Utara pada Rabu (17/6/2020).
Langkah itu dilakukan sehari setelah Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea di kota perbatasan Kaesong yang membuat ketegangan antara kedua Korea meningkat.
Diketahui kantor penghubung itu merupakan simbol rekonsiliasi antar-Korea.
Menteri Unifikasi Korea (MOU) Kim Yeon-chul telah bertugas di posisi itu sejak April 2019.
Dalam sebuah pernyataan kepada pers setempat, Kim Yeon-chul mengatakan ia "mengambil semua tanggung jawab atas memburuknya hubungan antar-Korea, yang pada hari Selasa menyaksikan Pyongyang menghancurkan kantor penghubung antar-Korea di kota perbatasan Kaesong.
"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri, mengambil semua tanggung jawab atas memburuknya hubungan Selatan-Utara," kata Kim dalam kunjungan ke ruang pers Kompleks Pemerintah Seoul seperti dikutip dari Arirang News, Kamis (18/6/2020).
Baca: Kutuk Kim Yo Jong Sebab Tak Mau Berunding, Korea Selatan Sebut Adik Kim Jong Un Sangat Kasar
Baca: Korea Utara Meledakkan Kantor Penghubung Antar Korea karena Kampanye Selebaran Anti-Pyongyang
Dalam kemundurannya itu, Menteri Kim juga mengatakan dia percaya itu adalah bagian dari tugasnya untuk memberi jalan agar hubungan antar-Korea dapat meningkat.
Kim Yeon-chul meminta maaf karena tidak memenuhi harapan publik untuk perdamaian dan kesejahteraan di semenanjung dan mengundurkan diri 14 bulan setelah pelantikannya pada April 2019.
"Saya pikir seseorang harus bertanggung jawab atas eksaserbasi hubungan antar-Korea," lanjutnya.
"Dalam situasi saat ini, saya berpikir bahwa mengatur kesempatan untuk mengubah suasana adalah salah satu tugas saya."
Ditanya tentang waktu pengunduran dirinya, Kim mengatakan bahwa "ada saat-saat ketika diprediksi situasi seperti ini akan datang" mengingat meningkatnya ketegangan antar Korea baru-baru ini.
Ketika Korea Utara terus membombardir Korea Selatan dengan pernyataan agresif, Wakil Menteri Unifikasi, Suh Ho, dijadwalkan untuk mengunjungi daerah perbatasan Kamis ini sebagai upaya pemerintah untuk menghentikan penjatuhan selebaran anti-Pyongyang.
Namun itu dibatalkan Rabu sore karena, menurut sumber kementerian, kedua Korea menghadapi "perubahan" dalam hubungan mereka yang harus dievaluasi.
Baca: Daftar 9 Negara Pemilik Total 13.400 Hulu Ledak Nuklir, Korea Utara Paling Sedikit
Baca: Ngambek, Korut Putuskan Sambungan Komunikasi dengan Korsel, Konflik Semenanjung Korea Memanas Lagi?
Menanggapi pembongkaran Kantor Penghubung Bersama antar-Korea, sumber itu mengatakan pemerintah akan segera memberikan tanggapan yang tepat untuk melindungi hak-hak properti warga negaranya.
Sementara itu tentara Korea Utara mengatakan akan segera memindahkan tentara ke Zona Industri Kaesong yang sebelumnya telah didemiliterisasi dan daerah Gunung Kumgang.
Hal ini berarti menjadi sebuah langkah yang secara efektif akan membatalkan perjanjian militer antar-Korea 2018.
(TribunnewsWiki.com/SO)