TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kembali tegang.
Keduanya kini kembali ke era kegelapan konstan, pasca-Korut memutuskan sambungan komunikasi dengan Korsel.
Korut mungkin kini telah menganggap negara saudaranya tersebut menjadi musuh lagi.
Seperti yang diberitakan The Korea Times, Korut diduga 'ngambek' dengan Korsel atas peristiwa pamflet anti-Prongyang yang belakangan dianggap mengganggu.
Terlebih, Korut mungkin juga telah menganggap Korsel tak mampu menangani masalah tersebut.
Pihak Korsel diberitakan tengah mempersiapkan undang-undang untuk mencegah adanya kejadian propaganda yang dilakukan oleh Fighters for a Free North Korea (FFNK).
Namun undang-undang tersebut juga menjadi kontroversi lantaran dikhawatirkan akan melanggar konstitusi Korsel soal kebebasan berekspresi warga negaranya.
Baca: Fakta Kim Yo Jong, Calon Pemimpin Korea Utara yang Dinilai Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un
Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal, Kim Yo Jong Disebut-sebut Jadi Penerus Dinasti Kim, Siapa Dia?
Kim Yo Jong sebelumnya ancam akan batalkan perjanjian militer dengan Korsel
Diberitakan sebelumnya, adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong beri ancaman pada Korea Selatan dan disiarkan di Korean Central News Agency (KCNA).
Kamis, (4/6/2020) adik dari sang Supreme Leader Korea Utara tersebut menuntut Korea Selatan bertindak cepat untuk mengatasi adanya sebaran poster anti-Pyongyang.
Jika tidak, maka Korea Utara akan membatalkan segala jenis perjanjian pengurangan ketegangan militer dengan Korea Selatan.
"Korea Selatan akan terpaksa membayar mahal jika mereka membiarkan situasi ini terus berlanjut dan terus memberikan banyak alasan," ucap Kim Yo Jong.
Setelah menyampaikan hal tersebut, Kim Yo Jong kemudian mengancam akan membatalkan atau menghentikan beberapa proyek kerjasama dua negara tersebut.
"Jika mereka (Korea Selatan) gagal mengambil langkah yang sesuai untuk tindakan tak masuk akal terhadap sesama warga negara, mereka lebih baik bersiap akan adanya penarikan penuh proyek Kaesong Industrial Park dan diikuti dengan penutupan tur di Gunung Kumgang," lanjutnya.
Tak hanya itu, Kim Yo Jong juga mengancam akan memutus perjanjian militer kedua negara dan menganggapnya sebagai perjanjian yang tak bernilai.
"Atau Liaison Office Korea Utara-Korea Selatan akan kami tutup karena keberadaannya juga justru menambah banyak masalah," tegas Kim Yo Jong.
"Atau akan kami batalkan perjanjian di bidang militer antara Korea Utara-Korea Selatan yang hampir tidak ada nilainya," imbuhnya.
Korut telah memutus sambungan komunikasi dengan Korsel
Beberapa jam setelah Kim Yo Jong mengatakan ancama tersebut, Korsel berusaha melakukan komunikas.
Namun telepon dari kantor penghubung atau Liaison Office kedua negara oleh Korsel tidak segera mendapatkan jawaban dari Korut.