Ngambek, Korut Putuskan Sambungan Komunikasi dengan Korsel, Konflik Semenanjung Korea Memanas Lagi?

Keluhan soal pamflet anti-Pyongyang propaganda tak dapat tanggapan sesuai harapan, Korea Utara putuskan sambungan komunikasi dengan Korea Selatan.


zoom-inlihat foto
kim-jong-un-senyum-manis.jpg
AFP PHOTO/KCNA VIA KNS
Foto Kim Jong Un tersenyum ini dipotret pada (7/6/2020) dan dirilis oleh media ofisial Korea Utara Korean Central News Agency (KCNA) pada (8/6/2020). Dalam foto Kim Jong Un sedang menghadiri dan memimpin pertemuan atau rapat Politbiro ke-13 Partai Buruh di lokasi yang tidak disebutkan di Korea Utara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kembali tegang.

Keduanya kini kembali ke era kegelapan konstan, pasca-Korut memutuskan sambungan komunikasi dengan Korsel.

Korut mungkin kini telah menganggap negara saudaranya tersebut menjadi musuh lagi.

Seperti yang diberitakan The Korea Times, Korut diduga 'ngambek' dengan Korsel atas peristiwa pamflet anti-Prongyang yang belakangan dianggap mengganggu.

Terlebih, Korut mungkin juga telah menganggap Korsel tak mampu menangani masalah tersebut.

Pihak Korsel diberitakan tengah mempersiapkan undang-undang untuk mencegah adanya kejadian propaganda yang dilakukan oleh Fighters for a Free North Korea (FFNK).

Namun undang-undang tersebut juga menjadi kontroversi lantaran dikhawatirkan akan melanggar konstitusi Korsel soal kebebasan berekspresi warga negaranya.

Baca: Fakta Kim Yo Jong, Calon Pemimpin Korea Utara yang Dinilai Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un

Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal, Kim Yo Jong Disebut-sebut Jadi Penerus Dinasti Kim, Siapa Dia?

Kim Yo Jong sebelumnya ancam akan batalkan perjanjian militer dengan Korsel

Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019
Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019 (AFP/POOL/JORGE SILVA)

Diberitakan sebelumnya, adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong beri ancaman pada Korea Selatan dan disiarkan di Korean Central News Agency (KCNA).

Kamis, (4/6/2020) adik dari sang Supreme Leader Korea Utara tersebut menuntut Korea Selatan bertindak cepat untuk mengatasi adanya sebaran poster anti-Pyongyang.

Jika tidak, maka Korea Utara akan membatalkan segala jenis perjanjian pengurangan ketegangan militer dengan Korea Selatan.

"Korea Selatan akan terpaksa membayar mahal jika mereka membiarkan situasi ini terus berlanjut dan terus memberikan banyak alasan," ucap Kim Yo Jong.

Setelah menyampaikan hal tersebut, Kim Yo Jong kemudian mengancam akan membatalkan atau menghentikan beberapa proyek kerjasama dua negara tersebut.

"Jika mereka (Korea Selatan) gagal mengambil langkah yang sesuai untuk tindakan tak masuk akal terhadap sesama warga negara, mereka lebih baik bersiap akan adanya penarikan penuh proyek Kaesong Industrial Park dan diikuti dengan penutupan tur di Gunung Kumgang," lanjutnya.

Tak hanya itu, Kim Yo Jong juga mengancam akan memutus perjanjian militer kedua negara dan menganggapnya sebagai perjanjian yang tak bernilai.

"Atau Liaison Office Korea Utara-Korea Selatan akan kami tutup karena keberadaannya juga justru menambah banyak masalah," tegas Kim Yo Jong.

"Atau akan kami batalkan perjanjian di bidang militer antara Korea Utara-Korea Selatan yang hampir tidak ada nilainya," imbuhnya.

Korut telah memutus sambungan komunikasi dengan Korsel

Beberapa jam setelah Kim Yo Jong mengatakan ancama tersebut, Korsel berusaha melakukan komunikas.

Namun telepon dari kantor penghubung atau Liaison Office kedua negara oleh Korsel tidak segera mendapatkan jawaban dari Korut.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved